Show simple item record

dc.contributor.advisorPerdinan, Perdinan
dc.contributor.authorDarmawel, Ahmad Ghalib
dc.date.accessioned2017-06-06T03:27:05Z
dc.date.available2017-06-06T03:27:05Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87262
dc.description.abstractPendugaan nilai radiasi matahari dapat dilakukan dengan beberapa model, salah satunya adalah model mekanistik. Model mekanistik menggunakan masukan data observasi berupa curah hujan, suhu maksimum, suhu minimum, lama penyinaran, dan panjang hari. Wilayah kajian Polonia, Susilo Sintang, dan Kenten masing-masing memiliki letak astronomis yang berbeda dengan pola radiasi ekstraterrestial yang sama yaitu 2 puncak dan 1 lembah setiap tahunnya. Kenten memiliki nilai radiasi harian tertinggi sekitar 37 MJ/m2/hari diikuti dengan Susilo Sintang yaitu bernilai 35 MJ/m2/hari, dan terakhir Polonia dengan nilai 34 MJ/m2/hari. Masing-masing wilayah kajian rata-rata nilai R2 sebesar 0.51 dimana model mekanistik menjelaskan variabilitas kebeneran data kepada nilai observasi senilai 50% saja, sedangkan pada nilai RMSE pada masing-masing wilayah kajian didapatkan nilai sebesar Polonia (2,22 MJ/m2/hari), Susilo Sintang (2,60 MJ/m2/hari), dan Kenten (2,41 MJ/m2/hari). Model mekanistik dapat dikatakan kurang cocok dengan wilayah tropis di Indonesia. Modifikasi model dengan menambahkan parameter seperti keawanan dan pemilihan data iklim yang tepat dapat menghasilkan model yang lebih baik.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcBogor Agricultural Universityid
dc.titleEvaluasi Pemanfaatan Model Mekanistik Pendugaan Radiasi Matahari Studi Kasus: Wilayah Tropis Indonesiaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordmodel mekanistikid
dc.subject.keywordradiasi matahari harianid
dc.subject.keywordkemiringan bumiid
dc.subject.keywordwilayah tropisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record