Show simple item record

dc.contributor.advisorMubarik, Nisa Rachmania
dc.contributor.advisorWidyastuti, Rahayu
dc.contributor.authorMiladiarsi
dc.date.accessioned2017-05-23T02:43:48Z
dc.date.available2017-05-23T02:43:48Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85440
dc.description.abstractFosfat (P) dan nitrogen (N) memiliki peran penting terhadap pertumbuhan tanaman dan merupakan faktor pembatas dalam mempengaruhi produksi tanaman di berbagai jenis tanah. Penggunaan bakteri pelarut fosfat (BPF) dan bakteri fiksasi nitrogen dapat meningkatkan serapan P pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri pelarut fosfat yang mampu memfiksasi nitrogen yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai di percobaan rumah kaca. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel tanah secara acak pada kedalaman tanah 10-15 cm di sekitar perakaran tanaman cabai di wilayah Sagarahiyang. Kuningan. Jawa Barat. Bakteri tanah diisolasi menggunakan metode pengenceran serial dan disebar pada media Pikovskaya. Isolat yang membentuk zona bening dimurnikan dengan menggunakan metode gores kuadran. Isolat yang murni ditumbuhkan kembali pada medium Pikovskaya untuk mengetahui pelarutan P berdasarkan indeks pelarutan P (IPP). Isolat yang memiliki kemampuan pelarutan P tertinggi dan tidak patogen pada tanaman selanjutnya diamati kurva pertumbuhan aktivitas pelarutan P secara kuantitatif dalam media Pikovskaya cair. Identifikasi secara morfologi dilakukan dengan pewarnaan Gram, sedangkan identifikasi secara molekuler dilakukan berdasarkan sekuen gen 16S rRNA. Aplikasi rhizobakteri terhadap tanaman cabai merah dilakukan di rumah kaca. Sebanyak 137 koloni bakteri pelarut fosfat berhasil diisolasi dengan media Pikovskaya. Tiga isolat terpilih yaitu KD2.10, KD2.13, dan KE2.15 menunjukkan nilai IPP paling tinggi pada media Pikovskaya padat dengan indeks 1,40, 1,44, dan 1,77, sedangkan secara kuantitatif masing-masing melarutkan P sebanyak 102,83 mgL-1, 102,5 mgL-1 dan 101,5 mgL-1 pada hari ke-5. Dua isolat KD2.10 dan KE2.15, terdeteksi memiliki aktivitas nitrogenase dengan menggunakan uji Acetylene Reduction Assay (ARA) yaitu 0,0614 μmol.mL-1.jam-1 dan 0,0728 μmol.mL-1.jam-1, sedangkan tidak terdeteksi untuk isolat KD2.13. Tiga isolat terpilih merupakan bakteri Gram negatif. Identifikasi isolat berdasarkan gen 16S rRNA menunjukkan bahwa isolat KD2.10, KD2.13 dan KE2.15 masing-masing berkerabat dekat dengan Burkholderia cepacia, Burkholderia difussa, dan Enterobacter cloacae. Penggunaan Burkholderia cepacia KD2.10 pada tanaman cabai di rumah kaca menunjukkan respon yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan pupuk NPK berdasarkan parameter tinggi tanaman, jumlah jumlah daun, berat basah, berat kering, dan panjang akar tanamanid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcMicrobiologyid
dc.subject.ddcMicroorganismid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleSeleksi, Karakterisasi, Dan Aplikasi Rhizobakteri Pada Tanaman Cabai Merah Capsicum Annuum Lid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordtanaman cabaiid
dc.subject.keywordfiksasi nitrogenid
dc.subject.keywordpelarut fosfatid
dc.subject.keywordgen 16S rRNAid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record