Show simple item record

dc.contributor.advisorSyahbirin, Gustini
dc.contributor.advisorSugita, Purwantiningsih
dc.contributor.authorYani, Dwi Fitri
dc.date.accessioned2017-05-23T02:20:30Z
dc.date.available2017-05-23T02:20:30Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85403
dc.description.abstractPohon sosis (Kigelia africana) merupakan genus tumbuhan berbunga dari famili Bignoniaceae. Di Indonesia buah K. africana tidak dimanfaatkan dan hanya dijadikan tanaman hias karena buahnya yang unik. Pada umumnya tanaman dari famili Bignoneacea di gunakan untuk obat-obatan karena mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan, sitotoksik, antibakteri, dan antikanker. Identifikasi senyawa aktif yang berpotensi sebagai antikanker dalam buah K. africana belum dilakukan di Indonesia. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan isolasi senyawa aktif ekstrak metanol buah K. africana dengan menggunakan metode ekstraksi dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Selanjutnya, terhadap ekstrak dan fraksi hasil kromatografi yang diperoleh dilakukan uji sitotoksisitas dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan uji antikanker terhadap sel kanker payudara MCF-7 dengan metode 3-(4,5- dimetiltiazol-2-il)2,5-difenil tetrazolium bromida) (MTT). Hasil KKG fraksi etil asetat diperoleh empat fraksi yaitu fraksi A, fraksi B1, fraksi B2, dan fraksi C dengan nilai LC50 berturut-turut sebesar 102.31 μg/mL, 636.50 μg/mL, 158.34 μg/mL, dan 105.78 μg/mL. Dua fraksi telah berhasil diidentifikasi senyawanya dengan LC-MS yaitu fraksi B1 dan fraksi B2. Fraksi B1 teridentifikasi dua senyawa, dengan dugaan struktur yaitu D-Leukil-D-fenilalanil- D-fenilalanil-D-valil-N-isopropil-D-leusinamida, dan 2-(3,4-dihidroksifenil)-5,7- dihidroksi-3-kromeniumil hekopiranosida. Fraksi B2 teridentifikasi empat senyawa dengan dugaan struktur yaitu 5,7-dimetoksi-4-metil kumarin, 3',6-dimetil flavon, 3-Hidrosi-beta-lapakon, dan 7H,8H–dipenalen-9,2-b:2,1-difuran-7,8-dion. Hasil uji antikanker terhadap sel kanker payudara MCF-7 fraksi C dengan nilai IC50 sebesar 3,2 x 10-7 μg/mL menunjukkan aktivitas penghambatan yang paling tinggi dibandingkan fraksi A, B2, EtOAc dan kontrol positif obat kanker komersial doksorubin. Nilai IC50 fraksi A, B2, EtOAc, dan doxorubisin berturutturut adalah 1.89 μg/mL, 1 x 10-2 μg/mL, 2.52 μg/mL, dan 1 x 10-2 μg/mL.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcChemistryid
dc.subject.ddcOrganic Chemistryid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcCianjur, Jawa Baratid
dc.titlePencirian Senyawa Aktif Dan Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Buah Sosis (Kigelia Africana) Terhadap Sel Kanker Payudara Mcf-7id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAntikankerid
dc.subject.keywordKigelia africanaid
dc.subject.keywordsenyawa aktifid
dc.subject.keywordtoksisitasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record