| dc.description.abstract | Kebutuhan kayu nasional dapat diupayakan melalui pengelolaan hutan rakyat. Tanaman mindi merupakan salah satu tanaman fast growing yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan lahan tidur di bawah tegakan mindi dapat dimaksimalkan dengan menanam tanaman pertanian. Salah satu tanaman pertanian yang dapat dipadukan dengan tanaman mindi adalah kedelai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan mindi dan produksi kedelai, respon fisiologi mindi dan kedelai, serta luas dan intensitas serangan hama kedelai di dalam sistem agroforestri secara organik.
Lokasi penelitian di lahan Unit Konservasi Budidaya Biofarmaka Cikabayan Kampus IPB Darmaga. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Juni 2016. Tanaman mindi yang digunakan dalam penelitian berumur 2 tahun dengan jarak tanam 2.5 m x 2.5 m. Penelitian ini terdiri dari 2 percobaan, yaitu pada percobaan pertama untuk mengetahui pertumbuhan tanaman mindi pada pola tanam monokultur dan agroforestri. Percobaan kedua yaitu untuk mengetahui produktivitas kedelai pada pola tanam monokultur dan agroforestri secara organik. Percobaan pertama menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor dan 14 ulangan. Pola tanam sebagai faktor terdiri atas 2 taraf yaitu monokultur dan agroforestri. Percobaan kedua menggunakan rancangan acak kelompok petak terbagi (split plot design). Perlakuan petak utama adalah pola tanam yang terdiri atas 2 taraf yaitu monokultur dan agroforestri. Perlakuan anak petak terdiri atas 3 taraf yaitu varietas kedelai Anjasmoro, Tanggamus, dan Wilis yang keragamannya terletak di dalam petak utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi mindi pada pola tanam agroforestri 61.12% lebih besar dibandingkan dengan monokultur. Diameter batang pada mindi dengan pola tanam agroforestri 26.07 % lebih besar bila dibandingkan monokultur. Kandungan unsur hara N, P, dan K pada mindi monokultur dan agroforestri mengalami peningkatan dibandingkan sebelum kegiatan penanaman kedelai. Serapan hara N dan K pada pola tanam agroforestri lebih besar dibandingkan monokultur. Peningkatan kandungan hara pada pola tanam agroforestri menyebabkan penambahan dimensi pohon mindi yang lebih besar dibandingkan dengan monokultur.
Produktivitas kedelai pada pola tanam monokultur memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan agroforestri. Produktivitas kedelai varietas Wilis dan Anjasmoro secara monokultur sesuai dengan deskripsi yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslittan). Varietas Tanggamus memiliki hasil produktivitas rendah diantara ketiga varietas. Penanaman kedelai pada pola tanam agroforestri dengan tanaman mindi umur 2 tahun menghasilkan produksi kedelai yang rendah bila dibandingkan dengan deskripsi kedelai dari Puslittan.
Kandungan klorofil a, klorofil b, antosianin, dan karotenoid pada kedelai dengan pola tanam agroforestri lebih besar dibandingkan dengan monokultur.
Kedelai dengan pola tanam agroforestri memiliki serapan hara N, P, dan K lebih tinggi dibandingkan dengan monokultur.
Kedelai pada penelitian ini tidak ditemukan adanya serangan patogen. Luas serangan hama pada tanaman kedelai dengan pola tanam monokultur lebih tinggi dibandingkan agroforestri. Intensitas serangan hama pada bagian daun kedelai lebih tinggi dibandingkan bagian polong. | id |