| dc.description.abstract | Program pemberdayaan dilakukan dengan model dan strategi yang
berbeda-beda. Beberapa program melibatkan pemerintah sebagai aktor utama
dalam pemberdayaan masyarakat, dengan mengusung pendekatan komunikasi
yang dialogis dan partisipatif. Beberapa program pemberdayaan ada juga yang
mengedepankan pendekatan komunikasi top-down. Di Indonesia, program
pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan telah menjadi aturan
yang harus diikuti dan ditaati dan menjadi kewajiban perusahaan yang disebut
sebagai Tanggung Jawab Sosial (TJS) perusahaan atau dikenal dengan istilah
Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan penelitian adalah: (1)
menganalisis penerapan saluran komunikasi dan pendekatan komunikasi yang
dilakukan dalam program TJS perusahaan; (2) menganalisis tingkat keberdayaan
masyarakat dalam implementasi program TJS perusahaan; (3) menganalisis
pengaruh karakteristik penerima manfaat terhadap saluran komunikasi program
TJS perusahaan; (4) menganalisis pengaruh karakteristik penerima manfaat dan
saluran komunikasi terhadap pendekatan komunikasi program TJS perusahaan;
(5) menganalisis pengaruh bersama antara karakteristik penerima manfaat, saluran
komunikasi, dan pendekatan komunikasi program TJS perusahaan terhadap
keberdayaan masyarakat; dan (6) merumuskan model pendekatan komunikasi
program TJS perusahaan untuk keberdayaan masyarakat.
Penelitian didesain sebagai penelitian kuantitatif yang dikuatkan dengan
penelitian kualitatif. Metode penelitian menggunakan survai dengan pendekatan
multi analisis di antaranya: analisis deskriptif, uji regresi sederhana, dan partial
least square (PLS). Populasi penelitian ialah masyarakat penerima manfaat pada
dua belas desa binaan Indocement di tiga kecamatan (Citeureup, Klapanunggal,
Gunung Putri), yang mendapat program TJS perusahaan selama kurun waktu
2011 sampai 2014. Dari tiga kecamatan tersebut, dipilih secara purposif dua
kecamatan, yang kemudian dari masing – masing kecamatan dipilih tiga desa
sehingga terpilih enam desa binaan, yaitu Desa Hambalang, Desa Pasirmukti, dan
Desa Tajur (mewakili Kecamatan Citeureup), dan Desa Bantarjati, Desa
Leuwikaret, dan Desa Lulut (mewakili Kecamatan Klapanunggal). Sampel
penelitian sebanyak 410 orang. Analisis PLS digunakan untuk menguji pengaruh
antar-peubah dan menemukan model empiris komunikasi program TJS
perusahaan untuk keberdayaan masyarakat. Nilai validitas instrumen pada taraf
α = 0.05, db =8 (n-2) secara umum menunjukkan nilai yang lebih besar dari pada
nilai tabel korelasi (rtabel) = 0.349, sehingga seluruh butir pernyataan, baik peubah
bebas maupun peubah tak bebas yang digunakan, dinyatakan valid. Sementara
itu, nilai koefisien reliabilitas tergolong sangat reliable, untuk butir-butir
pertanyaan peubah saluran komunikasi program TJS perusahaan 0.876, peubah
pendekatan komunikasi program TJS perusahaan 0.883, dan peubah keberdayaan
masyarakat 0.937.
iv
Hasil penelitian ialah (1) peubah saluran komunikasi program TJS
perusahaan Indocement pada indikator peran tokoh masyarakat, kebijakan
korporasi dan peran pendamping dinilai kategori baik, sementara peran media
dinilai kategori buruk. Peubah pendekatan komunikasi program TJS perusahaan
Indocement dengan indikator pengembangan masyarakat dan pembangunan
berkelanjutan dinilai pada kategori baik, di mana saluran komunikasi dominan
peran tokoh masyarakat dibandingkan kebijakan korporasi, peran pendamping,
dan peran media. Untuk pendekatan komunikasi dominan pendekatan komunikasi
program TJS perusahaan sustainable development dibandingkan pendekatan
komunikasi community development; (2) secara umum aspek keberdayaan dinilai
kategori baik. Dari kelima aspek keberdayaan masyarakat, aspek kesehatan dinilai
memiliki rataan skor paling tinggi dibandingkan dengan aspek lain. Secara
berurutan keberdayaan kesehatan diikuti keberdayaan pendidikan, keberdayaan
ekonomi, keberdayaan sosiol-insfrastruktur dan keberdayaan bidang keamanan;
(3) terdapat pengaruh nyata peubah karakteristik penerima manfaat terhadap
peubah saluran komunikasi program TJS perusahaan Indocement dan mempunyai
hubungan yang positif. Indikator yang berpengaruh yaitu status sosial, pendapatan
dan tingkat pendidikan; (4) peubah karakteristik masyarakat terhadap pendekatan
komunikasi diketahui tidak terdapat pengaruh nyata, sedangkan peubah saluran
komunikasi terhadap peubah pendekatan komunikasi didapat pengaruh nyata; (5)
pengaruh peubah karakteristik penerima manfaat terhadap peubah keberdayaan
masyarakat didapatkan tidak ada pengaruh nyata, sedangkan peubah saluran
komunikasi dan pendekatan komunikasi memiliki pengaruh nyata terhadap
peubah keberdayaan masyarakat; (6) model pendekatan komunikasi dalam
pemberdayaan masyarakat menggunakan the house model. Model ini terdiri dari
pondasi, yaitu program TJS perusahaan Indocement, dengan dua kunci yaitu
saluran komunikasi dan pendekatan komunikasi, dan lima pilar yang mendukung
kunci yaitu kebijakan korporasi, peran pendamping, peran tokoh masyarakat,
community development dan sustainable development.
Penelitian menghasilkan beberapa rekomendasi, yaitu: (1) pelaksanaan
program TJS perusahaan Indocement perlu memperkuat aspek penerima manfaat,
melalui seleksi dan rekruitment yang ketat dan transparan; (2) perlu memperkuat
peran pendamping dalam pelaksanaan program TJS perusahaan dengan
peningkatan kapasitas (komunikasi, problem solving, leadership dan networking)
melalui pelatihan; (3) diperlukan partisipasi aktif dari penerima manfaat mulai
dari tahap perencanaan, operasional dan juga evaluasi program TJS perusahaan. | id |