Show simple item record

dc.contributor.advisorMunibah, Khursatul
dc.contributor.advisorWidjaja, Hermanu
dc.contributor.authorSarliyanti S
dc.date.accessioned2017-05-10T07:26:59Z
dc.date.available2017-05-10T07:26:59Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85148
dc.description.abstractKabupaten Cianjur merupakan salah satu sentra produksi padi di Jawa Barat dengan luas lahan sawah 66.909 ha yang terdiri atas lahan sawah irigasi seluas 46.421 ha dan lahan sawah tadah hujan seluas 19.488 ha. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis distribusi lahan sawah berbasis kelompoktani, menganalisis karakteristik kelompoktani serta menganalisis pola spasial persebaran lahan sawah di Kecamatan Cilaku, Kecamatan Bojongpicung, dan Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur. Penelitian ini diawali dengan pemetaan batas kelompoktani menggunakan metode partisipatif yaitu anggota kelompoktani sebagai pelaku utama pemetaan sehingga menghasilkan peta distribusi lahan sawah berbasis kelompoktani serta karakteristik masing-masing kelompoktani. Analisis pola spasial persebaran lahan sawah di Kecamatan Cilaku, Kecamatan Bojongpicung, dan Kecamatan Mande dilakukan dengan menggunakan Spasial Pattern yang ditentukan melalui perhitungan Avarage Nearest Neighbor (ANN) dan menghasilkan nilai skala R. Jika R=1 maka menujukkan pola spasial lahan sawah berpola acak (random), R<1 menunjukkan pola bergerombol (clustered), dan R>1 menunjukkan pola menyebar (dispersed). Kecamatan Cilaku memiliki luas wilayah 6.046 ha dengan jumlah Desa sebanyak 10 Desa serta terdapat 10 Gapoktan dan 78 Poktan. Kecamatan Bojongpicung memiliki luas wilayah 5.544 ha dengan jumlah Desa sebanyak 11 Desa serta terdapat 11 Gapoktan dan 91 Poktan. Kecamatan Mande memiliki luas wilayah 10.520 ha dengan jumlah Desa sebanyak 12 Desa serta terdapat 12 Gapoktan dan 74 Poktan. Luas lahan sawah berdasarkan data spasial yang diperoleh dari proses pemetaan tidak berbeda jauh dengan hasil wawancara kepada pengurus kelompoktani. Selisih lahan sawah masing-masing adalah Kecamatan Cilaku 44,59 ha, Bojongpicung 12,21 ha, dan Mande 13,04 ha. Analisis karakteristik kelompoktani berdasarkan pada parameter usia pengurus kelompoktani terhadap kinerja kelembagaan yaitu usia pengurus kelompoktani Kecamatan Cilaku berada pada usia produktif lebih besar (94,87%) dibandingkan dengan Kecamatan Bojongpicung dan Kecamatan Mande, sedangkan pada parameter jenis dan sumber irigasi lahan sawah terhadap produksi lahan sawah Kecamatan Bojongpicung memiliki persentasi jenis irigasi teknis yang lebih besar (20,13%) dibandingkan dengan Kecamatan Cilaku dan Kecamatan Mande sehingga produksi rata-rata yang diperoleh Kecamatan Bojongpicung juga lebih tinggi yaitu 39,291 ton/tahun. Hasil perhitungan Skala R menunjukkan bahwa Kecamatan Cilaku, Kecamatan Bojongpicung, dan Kecamatan Mande memiliki pola spasial lahan sawah bergerombol (clustered) dengan nilai skala R masing-masing adalah 0,68; 0,65; 0,66. Hal ini menunjukkan adanya akses kemudahan dalam melakukan koordinasi kelembagaan secara optimal.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSoil scienceid
dc.subject.ddcPaddy Fieldid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleDistribusi Spasial Lahan Sawah Berbasis Kelompoktani di Kecamatan Cilaku, Bojongpicung, dan Mande Kabupaten Cianjurid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordLahan Sawahid
dc.subject.keywordPoktanid
dc.subject.keywordPola Spasialid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record