Show simple item record

dc.contributor.advisorDjajakirana, Gunawan
dc.contributor.advisorSuwardi
dc.contributor.authorDewi, Fortunila Komala
dc.date.accessioned2017-05-10T07:00:04Z
dc.date.available2017-05-10T07:00:04Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85133
dc.description.abstractLuas konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau sekitar 43400 ha dengan peruntukannya, yaitu 70% untuk Hutan Tanaman Industri, 10% untuk tanaman unggulan, 5% untuk tanaman kehidupan, 10% untuk hutan konservasi dan 5% untuk infrastruktur. Penggunaan lahan yang berbeda memengaruhi kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna tanah. Makrofauna tanah berperan dalam proses fragmentasi dan menyediakan fasilitas lingkungan (mikro habitat) yang lebih baik bagi proses dekomposisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari komposisi, kelimpahan, keanekaragaman dan peranan makrofauna tanah gambut di tiga penggunaan lahan (hutan konservasi, HTI akasia 6 bulan dan HTI akasia 48 bulan). Contoh tanah dan serasah (1 m × 1 m × 0,1 m) diambil dari hutan konservasi, HTI akasia 6 bulan dan HTI akasia 48 bulan di lahan gambut Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau pada Mei 2014 (bulan kering) dan Agustus 2014 (bulan basah). Pemisahan makrofauna dari contoh tanah dilakukan dengan metode hand sorting. Identifikasi makrofauna tanah dilakukan sampai tingkat famili dan indeks keanekaragamannya ditentukan dengan Shannon’s diversity index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan makrofauna tanah sebanyak 2883 individu/m2 , 44 famili dan 18 ordo di tiga penggunaan lahan pada bulan kering. Sebanyak 881 individu/m2, 44 famili dan 18 ordo makrofauna tanah ditemukan di tiga penggunaan lahan pada bulan basah. Makrofauna tanah dominan yang ditemukan di dalam penelitian ini adalah Isoptera (rayap) dan Hymenoptera (semut). Penggunaan lahan sebagai HTI akasia meningkatkan jumlah makrofauna tanah. Secara umum, indeks keanekaragaman makrofauna tanah di tiga penggunaan lahan adalah sedang-rendah pada bulan kering dan bulan basah yaitu hutan konservasi (1,15 dan 2,45), HTI akasia 6 bulan (0,87 dan 2,52), HTI akasia 48 bulan (0,78 dan 1,94). Keanekaragaman makrofauna tanah di hutan konservasi lebih tinggi dibandingkan di hutan akasia. Terdapat predator, herbivora dan dekomposer dengan komposisi yang berbeda di tiga penggunaan lahan. Persentase predator dan dekomposer lebih tinggi dibandingkan herbivora di tiga penggunaan lahan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSoil scienceid
dc.subject.ddcSoil bacteriologyid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcRiau-Sumatraid
dc.titleKelimpahan dan Keanekaragaman Makrofauna Tanah pada Tiga Penggunaan Lahan Gambut di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riauid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordhand sortingid
dc.subject.keywordhutan konservasiid
dc.subject.keywordhutan tanaman industriid
dc.subject.keywordHymenopteraid
dc.subject.keywordIsopteraid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record