Show simple item record

dc.contributor.advisorWidjaja, Hermanu
dc.contributor.advisorSuryaningtyas., Dyah Tjahyandari
dc.contributor.authorAnam, Khairul
dc.date.accessioned2017-05-10T03:53:39Z
dc.date.available2017-05-10T03:53:39Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85098
dc.description.abstractTanah Spodosol di Kalimantan Timur terbentuk dari bahan endapan pasir kuarsitik. Penyebaran tanah Spodosol dijumpai di dataran aluvial dan koluvial yang merupakan daerah peralihan antara dataran struktural/tektonik dari batupasir kuarsa dengan dataran berawa/gambut. Karakteristik sifat fisik dan sifat kimia tanah Spodosol harus dikaji secara teliti sebelum digunakan atau dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisitik sifat morfologi dan sifat kimia tanah Spodosol dari Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan pada dua penampang profil tanah (P1 dan P2) dengan penggunaan lahan hutan dan kebun kelapa sawit. Tanah Spodosol mempunyai susunan horison A-E-Bhs-C, dengan ketebalan horison yang bervariasi, tekstur kasar yaitu pasir hingga pasir berlempung. Ciri dari tanah Spodosol yaitu adanya horison penciri albik dengan warna kelabu terang hingga putih dan horison spodik dengan warna coklat sangat gelap hingga hitam. Horison albik (E) pada P1 (75-95 cm) lebih tebal dari P2 (20 cm), horison spodik (Bhs) berada pada kedalaman yang bervariasi, P1 130-200 cm, dan P2 40-79 cm dari permukaan tanah. Adanya proses podsolisasi dicirikan oleh pergerakan C-organik dan aluminium dapat ditukar dari horison albik ke horison spodik. Pergerakan C-organik ditunjukkan dengan kandungan karbon organik terlarut dalam tanah. Karbon organik terlarut merupakan karbon yang paling aktif dalam siklus karbon organik. Kandungan karbon organik terlarut berbanding lurus dengan kandungan C-organik dalam horison tanah. Horison spodik (Bhs) P1 dan P2 merupakan horison penimbunan bahan organik dan aluminium, terutama Al dalam bentuk amorf. Sifat kimia tanah Spodosol menunjukkan reaksi tanah sangat masam, kejenuhan Al sangat tinggi. Kapasitas tukar kation tanah sangat rendah hingga rendah. Basa-basa dapat dipertukarkan (K, Na, Ca dan Mg) dan kejenuhan basa umumnya sangat rendah. Berdasarkan Sistem Taksonomi Tanah (Soil Survey Staff 2010), P1 dan P2 termasuk subgrup Typic Haplorthods.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricutural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil Science and Land Resourcesid
dc.subject.ddcSoil typesid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcKutai Kertanegara-Kaltimid
dc.titleKarakteristik Tanah Spodosol dari Kalimantan Timurid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordalbikid
dc.subject.keywordkarbon organik terlarutid
dc.subject.keywordspodikid
dc.subject.keywordSpodosolid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record