Show simple item record

dc.contributor.advisorAmrozi
dc.contributor.advisorPurwantara, Bambang
dc.contributor.authorAjilah, Jannatul
dc.date.accessioned2017-05-09T03:32:17Z
dc.date.available2017-05-09T03:32:17Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/84919
dc.description.abstractKematian embrio dini pada kuda merupakan kegagalan kebuntingan antara fertilisasi dan hari ke- 40 sampai hari ke- 60 selama kebuntingan. Kajian dilakukan menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari beberapa peternakan kuda di Pulau Jawa dan Madura pada tahun 2009-2015. Tercatat 57 ekor kuda betina didiagnosa mengalami kematian embrio dini dari 1720 ekor kuda betina yang didiagnosa bunting. Prevalensi rata-rata kuda betina yang mengalami kematian embrio dini sebesar 3.31 %. Kuda betina yang berumur tua diatas 10 tahun (61.4%) tingkat kejadian kematian embrio dini lebih tinggi dibandingkan kuda betina berumur muda dibawah 10 tahun (38.6%). Musim hujan pada bulan Oktober-Maret kejadian kematian embrio dini (73.68%) lebih tinggi dibandingkan saat musim kemara pada bulan April-September (26.32%). Kuda betina dengan kebuntingan kembar mengalami kematian embrio dini sebesar 17.54%. Kejadian kematian embrio dini pada kuda yang ditransportasikan sebesar 8.77%. Pada studi kasus ini perlu dilakukan manajemen yang lebih baik dan teratur untuk menurunkan tingkat kematian embrio dini.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcAnimal husbandryid
dc.subject.ddcVeterinary scienceid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleStudi Kasus Kematian Embrio Dini pada Induk Kuda berdasarkan Gambaran Ultrasonografi.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordkematian embrio diniid
dc.subject.keywordgambaran ultrasonografiid
dc.subject.keywordkudaid
dc.subject.keywordprevalensiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record