Show simple item record

dc.contributor.advisorSetiadi, Mohamad Agus
dc.contributor.advisorSupriatna, Iman
dc.contributor.authorBalumbi, Musthamin
dc.date.accessioned2017-05-03T06:31:59Z
dc.date.available2017-05-03T06:31:59Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/84169
dc.description.abstractSinkronisasi estrus merupakan usaha untuk menyeragamkan terjadinya gejala estrus dan ovulasi pada ternak dengan memanipulasi siklus reproduksi betina menggunakan preparat hormon. Prinsip sinkronisasi estrus adalah memperpanjang atau memperpendek masa hidup corpus luteum (CL) atau fase luteal. Salah satu metode sinkronisasi estrus dengan memperpendek fase luteal biasanya menggunakan sediaan hormon prostaglandin (PGF2) dengan melisiskan CL, sehingga estrus kembali terjadi. Terdapat berbagai macam sediaan hormon PGF2α yang ada di pasaran dengan berbagai macam zat aktif seperti luprostiol, tiaprost, dinoprost, fenprostale, dan cloprostenol. Dari berbagai macam sediaan tersebut hanyalah cloprostenol yang memiliki dosis paling sedikit dibandingkan dengan yang lainnya untuk menimbulkan estrus dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati respons dan karakteristik estrus serta pengukuran nilai hambatan arus listrik lendir vagina. Penelitian dilakukan pada 20 ekor sapi FH dengan dua perlakuan injeksi cloprostenol yaitu injeksi tunggal dengan keberadaan corpus luteum dan injeksi ganda dengan selang waktu injeksi 11 hari. Pengamatan estrus dan pengukuran lendir dilakukan 5 hari berturut-turut setelah injeksi cloprostenol yang terakhir. Parameter pengukuran yang diamati meliputi respons, onset, dan perkiraan durasi estrus, serta nilai hambatan arus listrik lendir vagina. Hasil penelitian menunjukan bahwa injeksi ganda menghasilkan respons estrus yang lebih baik dari injeksi tunggal (90% ; 70%), dengan onset estrus lebih pendek (47.55 jam ; 53.28 jam), dan perkiraan durasi estrus lebih pendek (23.55 jam ; 24.85 jam). Lebih lanjut, data hambatan arus listrik lendir vagina pada kelompok injeksi ganda lebih rendah dibandingkan dengan injeksi tunggal (187.77 ; 192.14), dengan pola tinggi sebelum estrus, rendah saat estrus, dan tinggi kembali setelah estrus baik pada kelompok injeksi tunggal maupun injeksi ganda. Dapat disimpulkan bahwa respons estrus pada kelompok injeksi ganda lebih baik dan lebih seragam dibandingkan dengan kelompok injeksi tunggal.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcBiology of Reproductionid
dc.subject.ddcEstrusid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleRespons Dan Karakteristik Estrus Setelah Sinkronisasi Estrus Dengan Cloprostenol Pada Sapi Friesian Holsteinid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordcloprostenolid
dc.subject.keywordestrusid
dc.subject.keywordlendirid
dc.subject.keywordresistansiid
dc.subject.keywordsinkronisasi.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record