Show simple item record

dc.contributor.advisorSuwarto
dc.contributor.advisorPurnamawati, Heni
dc.contributor.authorSulistyowati, Desty Dwi
dc.date.accessioned2017-05-02T07:33:39Z
dc.date.available2017-05-02T07:33:39Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/84015
dc.description.abstractUbi jalar merupakan sumber karbohidrat yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan, dan bahan baku industri. Pengembangan ubi jalar ini merupakan upaya penyediaan pangan sehat yang lebih murah dan mudah diperoleh oleh masyarakat. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, permintaan ubi jalar berdaging umbi ungu meningkat. Hal ini berkaitan dengan keberadaan antosianin pada umbi berdaging ungu yang memiliki fungsi kesehatan. Permintaan terhadap ubi jalar kaya antosianin untuk bahan baku industri pangan saat ini semakin tinggi maka perlu dilakukan peningkatan hasil ubi jalar. Fokus akhir dalam budidaya tanaman ubi jalar adalah untuk mendapatkan umbi layak jual yang banyak, berukuran besar, dan sehat. Terdapat beberapa kendala untuk mendapatkan hasil umbi yang layak jual. Salah satu faktor internal yang mengakibatkan produktivitas belum optimal adalah penerapan teknologi budidaya yang belum teradopsi dengan baik antara lain penggunaan varietas berdaya hasil tinggi, pemupukan, dan aplikasi zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk kalium dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tiga klon ubi jalar ungu. Penelitian ini menggunakan rancangan petak petak terpisah tiga faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama sebagai anak-anak petak adalah pemberian zpt terdiri atas dua taraf, yaitu tanpa perlakuan (S0) dan (S1) konsentrasi 2 cc l-1 air (2 000) ppm. Faktor kedua sebagai anak petak adalah pemberian pupuk KCl terdiri dari tiga taraf, yaitu: (P1) 60 kg ha-1 K2O, (P2) 120 kg ha-1 K2O, dan (P3) 160 kg ha-1 K2O. Faktor ketiga sebagai petak utama adalah klon ubi jalar yaitu: klon (K1) Ayamurasaki, (K2) RIS 03063-05, dan (K3) MSU 03028-10. Klon Ayamurasaki dan MSU 03028-10 memiliki komponen hasil panen umbi terbaik, yaitu pada umbi total, umbi sehat, umbi layak jual, umbi tidak layak jual, dan umbi kecil. Klon MSU 03028-10 memiliki batang terpanjang dan jumlah daun terbanyak. Peningkatan dosis pupuk K2O dari 60 kg ha-1 sampai 180 kg ha-1 dan pemberian zat pengatur tumbuh 2 000 ppm yang diaplikasikan pada 4 MST (fase pertumbuhan vegetatif), 8 MST (fase inisiasi umbi), dan 12 MST (fase pengisian umbi) belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan komponen hasil umbi. Interaksi antara dua dan tiga faktor perlakuan juga belum mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil panen umbi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa klon MSU 03028-10 menghasilkan pertumbuhan dan produktivitas terbaik dari klon lainnya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcRoot Cropsid
dc.subject.ddcSweet Potatoid
dc.subject.ddc2014id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleAplikasi Pemupukan Kalium Dan Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Ubi Jalar Unguid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordantosianinid
dc.subject.keywordIpomoea batatasid
dc.subject.keywordklonid
dc.subject.keywordvegetatifid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record