| dc.description.abstract | Pewarisan karakter ketahanan terhadap antraknosa pada cabai adalah sangat diperlukan dalam merancang program pemuliaan yang efektif untuk merakit varietas yang berdaya hasil tinggi dan tahan terhadap antraknosa. Penelitian dilakukan di Pusat Studi Pemuliaan Tanaman Tajur Bogor dan Laboratorium Mikologi Jurusan Hama Penyakit Tanaman IPB, selama sembilan bulan dari Januari- September 2003. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari studi pewarisan ketahanan terhadap antraknosa pada tanaman cabai. Terdapat dua genotipe tetua seleksi terdiri dari galur tahan (Capsicum chinense-27), dan varietas rentan (Capsicum annuum -Jatilaba). Kedua tetua tersebut disilangkan untuk mendapatkan satu set generasi populasi dasar terdiri dari tetua (P, dan P2), (Fidan Fır), (F2 dan F2R) serta satu generasi silang balik (BC, dan BC2). Evaluasi ketahanan dilakukan di rumah kaca dengan metode inokulasi secara suntik, menggunakan patogen Colletotrichum gloesporioides dengan konsentrasi 10º spora/ml pada buah yang telah masak penuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada efek maternal yang mengendalikan ketahanan cabai terhadap antraknosa. Ketahanan terhadap antraknosa dikendalikan secara kuantitatif dengan jumlah gen pengendali minimal empat gen dan dipengaruhi oleh sepasang gen mayor, sebaran F2 yang bersegregasi menunjukkan adanya dua puncak. Interaksi gen mayor adalah non alelik dominan duplikat dan aksi gen yang mengendalikan adalah dominan tidak sempurna. Pengaruh gen menunjukkan adanya interaksi antara aditif x dominan yang pengaruhnya lebih besar dari interaksi dominan x dominan. Nilai duga heritabilitas arti luas tergolong tinggi (0,74) dan sedang (0,48) untuk heritabilitas arti sempit. | |