Show simple item record

dc.contributor.advisorAvenzora, Ricky
dc.contributor.advisorDarusman, Dudung
dc.contributor.advisorHermawan, Rachmad
dc.contributor.authorSaputra, Andry
dc.date.accessioned2017-03-01T04:31:24Z
dc.date.available2017-03-01T04:31:24Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83389
dc.description.abstractKeterbatasan dana yang dimiliki pemerintah selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam merealisasikan berbagai program mitigasi perubahan iklim akibat pemanasan global. Guna menjawab masalah pendanaan ameliorasi tersebut, maka diperlukan adanya dukungan partisipasi masyarakat secara luas, baik di tingkat internasional, nasional, maupun regional. Atas hal itu, dianggap perlu untuk melakukan penelitian tentang nilai kenyamanan udara di Kota Bogor. Secara garis besar, penelitian ini bertujuan menganalisis potensi kontribusi yang mungkin diberikan masyarakat dalam membangun dan mengembangkan ruang terbuka hijau demi meningkatkan kenyamanan udara di Kota Bogor. Partisipasi masyarakat diukur dari nilai kesediaan membayar (willingness to pay / WTP) yang dibedakan atas: 1) WTP langsung; 2) WTP tidak langsung; dan 3) Choice Experiment. Mengingat bahwa partisipasi masyarakat dapat dipengaruhi oleh persepsinya terkait kenyamanan udara maka turut dilakukan analisis persepsi terhadap faktor yang mempengaruhi kenyamanan udara di daerah tempat tinggal mereka dengan menggunakan Uji Kruskal Wallis dan Uji Dunn. Kemudian, uji Wilcoxon Match Pairs Test juga digunakan untuk melihat persepsi masyarakat terhadap perbedaan suhu udara dan kelembapan udara saat awal mereka tinggal dan saat ini. Persepsi tersebut dibandingkan dengan nilai Temperature Humidity Indeks (THI) untuk mengetahui tingkat kenyamanan udara di daerah tersebut. Hasil analisis Uji Dunn menunjukkan adanya perbedaan persepsi masyarakat terhadap penyebab terjadinya degradasi kenyamanan udara di setiap kelurahan terkait faktor makro dan mikro. Degradasi kenyamanan udara yang dirasakan masyarakat ditunjukkan dengan peningkatan suhu udara dan kelembapan udara secara signifikan selama mereka tinggal di daerah tersebut. Hal ini sejalan dengan kecenderungan peningkatan suhu udara dan kelembapan udara berdasarkan data Stasiun Klimatologi Baranangsiang FMIPA-IPB serta nilai Temperature Humidity Indeks (THI) pada setiap kelurahan yang didominasi klasifikasi tidak nyaman (>26) baik pagi, siang, sore, maupun malam. Hasil studi melalui pendekatan WTP langsung menunjukkan bahwa potensi partisipasi masyarakat dapat terlihat dari nilai kesediaan berkontribusi yang diberikan untuk membangun dan mengembangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sejumlah Rp 12,413/KK/bulan. Secara akumulatif-bila diasumsikan penduduk (KK) Kota Bogor pada tahun 2011 sebanyak 259,442 KK-estimasi potensi partisipasi masyarakat Kota Bogor sejumlah Rp 3,220,453,546 per bulan. Adapun melalui pendekatan WTP tidak langsung, potensi partisipasi masyarakat sejumlah Rp 5,002/KK/bulan sehingga dapat diestimasikan partisipasi masyarakat Kota Bogor sejumlah Rp 1,297,690,448 per bulan. Selain itu dalam konteks Choice Experiment untuk modifikasi iklim mikro, masyarakat lebih memilih dan merencanakan untuk menanam pepohonan/tanaman di pekarangan rumah sebagai pilihan dengan alokasi dana terendah untuk mendapatkan udara nyaman. Kesediaan masyarakat untuk berkontribusi membayar dana pembangunan RTH serta menanam pepohonan di halaman rumah tersebut dapat menjadi solusi dan potensi bagi ameliorasi iklim mikro Kota Bogor.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcHealthid
dc.subject.ddcPublic Health Townid
dc.subject.ddc2014id
dc.subject.ddcBogor - Jawa Baratid
dc.titleNilai Kenyamanan Udara Kota Bogor.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordkenyamanan udaraid
dc.subject.keywordKota Bogorid
dc.subject.keywordTHIid
dc.subject.keywordWTPid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record