| dc.description.abstract | Penyakit hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh bakteri
Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo), menurunkan produksi padi hingga 80%.
Sifat patogen Xoo adalah terbawa benih, ditularkan melalui udara, tular tanah,
bahkan tular air. Penelitian ini terdiri atas dua percobaan. Percobaan I bertujuan
memperoleh konsentrasi agens hayati (Pseudomonas diminuta A6 + Bacillus
subtilis 5/B) terbaik untuk perendaman akar bibit, yang efektif mengendalikan
HDB, meningkatkan hasil dan mutu benih padi di rumah kaca. Percobaan I
menggunakan rancangan lingkungan rancangan acak kelompok dan rancangan
perlakuan petak terbagi. Petak utama adalah perlakuan benih dan anak petak
adalah konsentrasi agens hayati untuk perendaman akar bibit. Hasil percobaan I
menunjukkan, biomatriconditioning (matriconditioning dengan agens hayati P.
diminuta A6 + B. subtilis 5/B 4.5 x 108
cfu mL-1) meningkatkan daya tumbuh,
indeks vigor dan bobot kering bibit padi dibandingkan kontrol negatif.
Biomatriconditioning juga meningkatkan tinggi tanaman, bobot kering tanaman,
jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif per rumpun, dan jumlah
gabah total per rumpun, serta menurunkan tingkat keparahan penyakit HDB.
Perendaman akar dalam suspensi P. diminuta A6 dan B. subtilis 5/B 106
cfu mL-1
meningkatkan jumlah anakan produktif per rumpun. Perlakuan perendaman akar
menurunkan tingkat keparahan penyakit HDB pada umur 91 HST.
Biomatriconditioning dilanjutkan dengan perendaman akar dalam suspensi agens
hayati 108
cfu mL-1 menurunkan populasi Xoo terbawa benih dibandingkan
kontrol (benih dengan Xoo tanpa perlakuan benih tanpa perendaman akar bibit).
Percobaan II bertujuan memperoleh konsentrasi agens hayati filosfir F112
terbaik untuk penyemprotan tanaman, yang efektif mengendalikan HDB,
meningkatkan hasil dan mutu benih padi di lapangan. Percobaan II menggunakan
rancangan lingkungan rancangan acak kelompok dan rancangan perlakuan petak
terbagi. Petak utama adalah perlakuan benih dan anak petak adalah konsentrasi
agens hayati untuk penyemprotan tanaman. Hasil percobaan II menunjukkan,
biomatriconditioning meningkatkan bobot kering bibit umur 21 HST
dibandingkan kontrol negatif. Biomatriconditioning mengurangi keparahan
penyakit HDB pada 72 HST, meningkatkan bobot gabah bernas per rumpun, dan
viabilitas benih hasil panen. Penyemprotan tanaman dengan F112 108
cfu mL-1
menurunkan keparahan penyakit HDB 72 HST dibandingkan kontrol tanpa
penyemprotan maupun penyemprotan dengan bakterisida (streptomisin 0.1%),
meningkatkan jumlah anakan produktif, bobot gabah panen, dan viabilitas benih
hasil panen dibandingkan kontrol tanpa penyemprotan. | id |