Kajian Masa Reproduktif Harimau (Panthera Tigris) Secara Ex Situ
View/ Open
Date
2016Author
Haisya, Nisa Bila Sabrina
Tumbelaka, Ligaya Ita
Metadata
Show full item recordAbstract
Harimau (Panthera Tigris) Merupakan Kucing Terbesar Yang Ada Di Dunia.
Akan Tetapi, Jumlah Harimau Mulai Mengalami Penurunan Sejak Awal Abad 20-An.
Oleh Karenanya, Lembaga Konservasi Dunia Mendeklarasikan Status Harimau Dalam
Kategori Terancam Punah. Beberapa Subspesies Lainnya Masuk Kategori Sangat
Kritis Dan Punah Di Alam. Banyak Lembaga Konservasi Lokal Aktif Mengupayakan
Naiknya Jumlah Harimau. Walaupun Demikian, Baru Sedikit Kajian Mengenai
Reproduksi Harimau Untuk Membantu Usaha Konservasi Ini. Kajian Ini Dilakukan
Untuk Menganalisis Masa Reproduktif Harimau Betina Dan Korelasinya Dengan Letak
Geografi, Usia Harapan Hidup, Frekuensi Kelahiran Tiap Induk, Dan Umur Induk Saat
Pertama Kali Melahirkan. Sebanyak 69 Induk Harimau Siberia, 60 Harimau
Sumatra, 30 Harimau Benggala, Dan 12 Harimau Cina Selatan Digunakan Sebagai
Sampel Dalam Kajian Ini. Sampel Dianalisis Secara Statistik Menggunakan Uji
Spearman, Uji Kruskal Wallis, Uji Analisis Sidik Ragam, Dan Uji Deskriptif. Hasil
Menunjukkan Bahwa Tidak Ada Perbedaan Masa Reproduktif Pada Semua Subspesies
Dan Letak Geografisnya. Walaupun, Ada Korelasi Yang Signifikan (P<0.01) Antara
Masa Reproduktif Dengan Usia Harapan Hidup, Frekuensi Kelahiran Tiap Induk, Dan
Umur Induk Saat Pertama Kali Melahirkan. Semakin Panjang Usia Harapan Hidup,
Semakin Panjang Masa Reproduktif Dan Frekuensi Kelahiran Tiap Induk Semakin
Tinggi. Hasil Analisis Menunjukkan Bahwa Semakin Dini Seekor Harimau Betina
Bereproduksi Maka Kemungkinan Masa Reproduktif Akan Semakin Panjang.
Manajemen Penangkaran Merupakan Faktor Penting Yang Seharusnya Ditandai Oleh
Semua Lembaga Konservasi. Oleh Karena Itu, Peningkatan Pengetahuan Dan
Pengalaman Di Bidang Reproduksi Dalam Pelaksanaan Program Penangkaran
Harimau Sangat Dibutuhkan Lembaga Untuk Mencapai Cita-Cita Bersama Untuk
Meningkatkan Jumlah Harimau Di Dunia.
