Show simple item record

dc.contributor.authorSultan, Marjani
dc.date.accessioned2010-04-26T07:38:43Z
dc.date.available2010-04-26T07:38:43Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/8316
dc.description.abstractDinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta merupakan dinas teknis di lingkungan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta yang mengurusi sektor perhubungan dan komunikasi di wilayah Propinsi DKI Jakarta meliputi tugas-tugas perhubungan darat, laut, udara, penyeberangan, serta pos dan telekomunikasi. Adapun tugas pokok dan fungsi yang bersifat teknis operasional dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT). Terdapat 4 (empat) UPT di lingkungan Dinas Perhubungan yaitu UPT Balai Pengujian Kendaraan Bermotor, UPT Terminal Angkutan Jalan, UPT Pelabuhan Penyeberangan, dan UPT Pelabuhan Laut. UPT yang merupakan ujung tombak Dinas, keberadaannya menjadi sorotan masyarakat, karena tugas-tugasnya banyak yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Dewasa ini tuntutan masyarakat untuk memperoleh pelayanan prima di sektor perhubungan semakin tinggi. Oleh karenanya agar pelaksanaan tugas-tugas perhubungan berhasil dengan baik dan dapat memenuhi tuntutan masyarakat, diperlukan pegawai berkualitas dengan motivasi tinggi. Hal tersebut menjadi dilema ketika terdapat kondisi motivasi dan kinerja pegawai yang kurang baik. Oleh karenanya studi mengenai motivasi dan kinerja pegawai perlu dilakukan untuk melihat keberadaan sebenarnya dari kondisi motivasi dan kinerja pegawai UPT saat ini, sekaligus melihat hubungan antara faktor-faktor baik motivasi maupun kinerja pegawai sehingga diperoleh rekomendasi perbaikan terhadap motivasi dan kinerja pegawai UPT. Keadaan masyarakat sekarang yang semakin kritis dan berani menuntut haknya terutama dalam hal pelayanan mengharuskan pemerintah tidak boleh main-main untuk berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kinerja aparaturnya. Pelaksanaan otonomi daerah yang berakibat perubahan struktur organisasi dan berpindahnya pegawai pusat menjadi pegawai daerah telah membawa nuansa yang lebih beragam pada organisasi, terutama karakteristik pegawai. Keanekaragaman pegawai membawa perubahan-perubahan pada dinamika organisasi dan hubungan antar pegawai, termasuk kondisi motivasi dan kinerja pegawai serta faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Dari latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pokok adalah : (a) Bagaimana kondisi motivasi dan kinerja pegawai UPT Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. (b) Faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan motivasi kerja dan kinerja pegawai UPT Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. (c) Bagaimana hubungan motivasi dengan kinerja pegawai pada UPT Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. (d) Upaya-upaya apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai UPT Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. Tujuan penulisan tesis ini adalah untuk : (a) Melihat kondisi motivasi dan kinerja pegawai UPT Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. (b) Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja dan kinerja pegawai UPT Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. (c) Menganalisis hubungan motivasi dengan kinerja pegawai UPT Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. (d) Merumuskan upaya-upaya meningkatkan motivasi kerja dan kinerja pegawai UPT Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah metode survey dengan elemen sampling motivasi kerja dan kinerja pegawai pada UPT Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara kepada staf, pejabat eselon IV dan pejabat eselon III pada UPT di lingkungan Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. Teknik pengambilan contoh ditujukan untuk memperoleh jumlah responden pada karyawan dengan strata yaitu disporpotional stratified random sampling. Obyek penelitian adalah pegawai level staf pada UPT Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta, yang terdiri dari UPT Balai PKB 36 orang, UPT Terminal Angkutan Jalan 20 orang, UPT Pelabuhan Penyeberangan 20 orang, dan UPT Pelabuhan Laut 17 orang. Pejabat eselon IV mengisi kuesioner untuk menilai stafnya dan pejabat eselon III yaitu para Kepala UPT diminta untuk memberikan bobot penilaian terhadap kuesioner baik yang telah diisi oleh stafnya maupun yang telah dinilai oleh pejabat eselon IV. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasi data hasil kuesioner, sortasi dan tabulasi data yang dilanjutkan dengan analisis statistik deskriptif yaitu frekuensi untuk melihat prosentase jawaban responden, skala likert/rating untuk melihat kondisi motivasi dan kinerja pegawai, dan tabulasi silang untuk melihat keterkaitan antara faktor-faktor demografis pegawai dengan kondisi motivasi dan kinerja pegawai. Adapun analisis korelasi rank Spearman digunakan untuk melihat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai berikut faktor-faktornya. Setelah itu dibuat implikasi manajerial dari hasil penelitian ini agar dapat dirumuskan upaya-upaya yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai pada UPT Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. Faktor-faktor motivasi diidentifikasikan ke dalam dua bagian sesuai dengan Teori Dua Faktor Herzberg yaitu faktor motivator dan faktor hygiene (pemeliharaan). Faktor motivator merupakan faktor motivasi yang menimbulkan kepuasan kerja pegawai, sedangkan faktor pemeliharaan merupakan faktor motivasi yang dapat menimbulkan ketidakpuasan kerja pegawai dan digunakan oleh manajemen untuk memelihara motivasi pegawainya. Dengan skala likert/rating diperoleh kondisi motivasi dan kinerja pegawai yang cukup tinggi. Dengan studi pustaka dan kajian penelitian terdahulu diperoleh terdapatnya tujuh faktor motivator, dua belas faktor pemeliharaan, dan tiga belas faktor kinerja. Faktor motivator meliputi penghargaan/pengakuan, pekerjaan itu sendiri (tugas pokoknya), pertanggungjawaban, peningkatan karir, kesempatan mengembangkan potensi individu, peluang untuk menunjukkan kemampuan, dan kesempatan mengikuti kediklatan. Faktor pemeliharaan meliputi kebijakan dan administrasi organisasi, pengawasan, hubungan dengan pengawas/atasan langsung, kondisi kerja, social economic reward, hubungan dengan rekan sekerja, kehidupan pribadi, hubungan dengan bawahan, status, keamanan, upaya kreativitas pegawai dalam menghadapi masalah, dan jaminan hari tua. Faktor kinerja meliputi sistem penggajian dan insentif, sistem reward and punishment, kepemimpinan, pelatihan, standar prestasi/kinerja, penilaian kinerja, program-program, budaya kerja, pembinaan, komunikasi, evaluasi kinerja, kompeten dan dianggap bernilai, dan karir. Selanjutnya dengan menggunakan analisis korelasi rank Spearman diperoleh hasil bahwa terdapat keterkaitan yang nyata antara motivasi dengan kinerja, dan antara motivasi dengan faktor-faktornya baik faktor motivator maupun faktor pemeliharaan. Di samping itu terdapat pula keterkaitan yang nyata antara kinerja dengan faktor-faktor kinerja pegawai. Implikasi manajerial terhadap hasil penelitian ini adalah upaya memperbaiki dan meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai dengan memperhatikan ketujuh faktor motivator dan kedua belas faktor pemeliharaan serta ketiga belas faktor kinerja yang telah diidentifikasikan. Kemudian menjadikan faktor-faktor yang memiliki hubungan yang kuat baik dengan motivasi maupun dengan kinerja pegawai sebagai bahan rekomendasi yang menjadi prioritas utama dalam upaya perbaikan motivasi kerja dan kinerja pegawai yaitu faktor pekerjaan dan faktor gaji dan insentif.
dc.titlePengembangan Perikanan Tangkap Di Kawasan Taman Nasional Laut Taka Bonerateid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record