| dc.description.abstract | Konversi lahan sawah di Kota Sukabumi berada pada kondisi yang
mengkhawatirkan dimana pengurangan lahan tiap tahunnya mencapai 6.06 ha,
padahal produktivitasnya tinggi mencapai 6.7 ton/ha. Peraturan mengenai
perlindungan lahan pertanian pangan telah dibuat oleh pemerintah, namun
implementasinya belum dilaksanakan di semua kabupaten/kota. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menganalisis konversi lahan sawah menjadi lahan non
sawah di Kota Sukabumi, menganalis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
petani mengenai kesediaan untuk mengikuti Perlindungan Lahan Pertanian
Pangan Berkelanjutan (PLP2B), dan menentukan strategi pengendalian alih fungsi
lahan sawah di Kota Sukabumi.
Penelitian ini menggunakan analisis overlay untuk mengetahui konversi
lahan sawah pada tahun 2010, 2012 dan 2015. Karakteristik internal dan eksternal
yang diduga menjadi faktor yang mempengaruhi persepsi petani pada kesediaan
mengikuti PLP2B dianalisis menggunakan regresi logistik. Analisis A‟WOT
digunakan untuk merumuskan strategi untuk mengimplementasikan PLP2B.
Hasil analisis menunjukkan bahwa lahan sawah terkonversi dari tahun
2010 hingga 2015 adalah seluas 181.94 ha, dengan kecenderungan pergeseran ke
arah Barat Laut atau ke pusat pertumbuhan dari Kota Sukabumi. Faktor yang
mempengaruhi petani bersedia untuk mengikuti PLP2B adalah status kepemilikan
lahan, pendidikan, pengalaman, proses perijinan pengubahan lahan, dan frekuensi
kedatangan penyuluh. Strategi untuk melindungi lahan sawah dari konversi adalah
dengan meningkatkan produktivitas, membangun kerjasama dengan pihak swasta
dan penguatan kelembagaan kelompok tani. | id |