Show simple item record

dc.contributor.advisorTriadiati
dc.contributor.advisorMubarik, Nisa Rachmania
dc.contributor.authorTrisnawati, Delfi
dc.date.accessioned2017-01-30T07:52:59Z
dc.date.available2017-01-30T07:52:59Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82807
dc.description.abstractPermintaan masyarakat di Indonesia terhadap kacang-kacangan meningkat setiap tahunnya, namun produksi kacang-kacangan di Indonesia belum dapat mencukupi kebutuhan konsumen. Pertumbuhan tanaman kacang-kacangan dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti ketinggian tempat, suhu, intensitas cahaya matahari, dan kelembapan. Kacang-kacangan lokal telah banyak dimanfaatkan oleh petani di Indonesia, seperti di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Namun kacang ini belum sepenuhnya dieksplorasi, sehingga perlu adanya usaha peningkatan produktivitas kacang-kacangan dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal yang ada. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengevaluasi keragaan morfo-fisiologi kacang-kacangan (Phaseolus spp.) yang ditanam pada dua ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 - Juni 2015. Empat macam kacang yang digunakan ialah Jackson Wonder Bean (JWB - Phaseolus lunatus), Christmas Bean (CHB - Phaseolus lunatus), Cranberry Bean (CRB - Phaseolus vulgaris), dan White Kidney Bean (WKB - Phaseolus vulgaris). Empat macam kacang tersebut ditanam pada ketinggian tempat 1100 m dpl (lokasi I) dan pada ketinggian 250 m dpl (lokasi II). Peubah fisiologi berupa konduktansi stomata, konsentrasi CO2 interseluler, laju transpirasi dan laju fotosintesis diukur menggunakan alat LI-COR, dan serapan Nitrogen daun menggunakan metode Kjeldahl. Peubah morfologi yang diukur ialah bentuk dan letak bintil pada perakaran, jumlah bintil akar, tinggi tanaman, jumlah polong, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, bobot basah dan bobot kering akar, batang, dan berat 100 biji. Peubah fisiologi dipengaruhi oleh lokasi penelitian, sedangkan peubah morfologi dipengaruhi oleh interaksi antara ketinggian tempat dan jenis kacang. Laju fotosintesis tanaman kacang lebih tinggi pada lokasi dengan ketinggian tempat 1100 m dpl. Perbedaan kondisi lingkungan mempengaruhi habitus JWB (P. vulgaris). CHB (P. lunatus) menghasilkan jumlah polong tertinggi pada ketinggian tempat 1100 m dpl.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcLeguminosalid
dc.subject.ddcPhaseolus SPPid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor- Jawa Baratid
dc.titleKeragaan Morfo-Fisiologi Kacang-Kacangan (Phaseolus Spp.) Yang Ditanam Pada Dua Ketinggian Tempat Yang Berbedaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbintil akarid
dc.subject.keywordkonduktansi stomataid
dc.subject.keywordlaju fotosintesisid
dc.subject.keywordPhaseolus lunatusid
dc.subject.keywordPhaseolus vulgarisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record