Pola Konsumsi Pangan Dan Gaya Hidup Dalam Menentukan Prevalensi Kanker Di Indonesia
| dc.contributor.advisor | Palupi, Nurheni Sri | |
| dc.contributor.advisor | Giriwono, Puspo Edi | |
| dc.contributor.author | Aliwikarta, Kuswanto | |
| dc.date.accessioned | 2017-01-30T07:28:17Z | |
| dc.date.available | 2017-01-30T07:28:17Z | |
| dc.date.issued | 2016 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82705 | |
| dc.description.abstract | Peningkatan prevalensi penyakit kanker di Indonesia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor pola konsumsi, gaya hidup dan aktivitas fisik. Konsumsi daging olahan adalah salah satu faktor yang sering diasumsikan berkaitan dengan peningkatan risiko kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi pangan hewani berbahan pengawet dan faktor-faktor risiko utama lainnya terhadap prevalensi kanker di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh dari tahun 2013,. Data yang digunakan berupa data sekunder RISKESDAS 2013 dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dengan desain studi kasus kontrol. Populasi kasus adalah 90 orang penderita kanker dan populasi kontrol adalah 90 orang bukan kanker yang dipilih secara acak. Profil responden dianalisis dengan metode univariat. Hubungan faktor-faktor risiko terhadap kanker dianalisis dengan analisis bivariat dan penentuan faktor risiko menggunakan analisis multivariat. Analisis sensitivitas dan spesifitas menunjukkan bahwa usia rentan berisiko kanker adalah ≥ 46 tahun. Pola konsumsi daging olahan berhubungan nyata terhadap prevalensi kanker. Risiko responden yang sering mengonsumsi daging olahan terprediksi sebesar 1.25 kali dibandingkan yang tidak mengonsumsi. Faktor konsumsi sayur dan konsumsi buah berhubungan nyata terhadap kanker. Konsumsi sayur dapat mengurangi risiko sebesar 0.509 kali dan konsumsi buah dapat mengurangi risiko sebesar 0.365 kali. Faktor risiko gaya hidup (aktivitas fisik dan merokok) berpengaruh nyata terhadap kanker. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor risiko umur, jenis kelamin dan konsumsi daging olahan berhubungan nyata terhadap kanker. Kanker merupakan penyakit multifaktorial. Pengaturan pola makan yang seimbang, gaya hidup yang sehat dan aktivitas yang cukup dapat mengurangi prevalensi kanker. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | Bogor Agricultural University (IPB) | id |
| dc.subject.ddc | Food Science | id |
| dc.subject.ddc | Food Consumption | id |
| dc.subject.ddc | 2016 | id |
| dc.subject.ddc | BALITBANKES-Jakarta | id |
| dc.title | Pola Konsumsi Pangan Dan Gaya Hidup Dalam Menentukan Prevalensi Kanker Di Indonesia | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | kanker | id |
| dc.subject.keyword | daging olahan | id |
| dc.subject.keyword | buah-buahan | id |
| dc.subject.keyword | sayuran | id |
| dc.subject.keyword | gaya hidup | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
MT - Professional Master [919]

