Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Hermanto
dc.contributor.advisorSyaukat, Yusman
dc.contributor.authorSyauqi, Muhamad
dc.date.accessioned2017-01-30T07:08:05Z
dc.date.available2017-01-30T07:08:05Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82602
dc.description.abstractKinerja keuangan dan realisasi anggaran merupakan salah satu kunci dalam kemajuan suatu organisasi. Sehat atau tidaknya suatu organisasi dapat dinilai dari kinerja keuangan yang ditunjukkan oleh laporan keuangan, hal itu yang akan menjadi sumber keputusan organisasi di masa mendatang dari sisi finansial. Berdasarkan laporan realisasi anggaran APBD Kota Bogor tahun 2011-2014 rata-rata anggaran yang tidak terserap pada APBD Kota Bogor sebesar Rp 93,58 miliar pertahun. Berdasarkan rasio tingkat efisiensi pendapatan daerah Pemerintah Kota Bogor selama empat tahun terakhir rata-rata 93,58 persen, sehingga termasuk dalam kategori pemerintah kota dengan tingkat efisiensi pendapatan daerah sangat kurang. Berdasarkan rasio tingkat efektivitas belanja daerah pemerintah Kota Bogor selama empat tahun terakhir rata-rata 87,35 persen, sehingga termasuk dalam kategori pemerintah kota dengan tingkat efektivitas belanja daerah cukup efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kota Bogor diukur dengan rasio keuangan daerah, mengindentifkasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan Pemerintah Kota Bogor dan merumuskan strategi dan kebijakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja keuangan Pemerintah Kota Bogor dalam pengelolaan APBD. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengambil kebijakan yang terkait dengan menggunakan kuesioner AHP dan data sekunder diperoleh melalui BPS dan BPKAD Kota Bogor. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda dengan data time series dan analisis analytical hierarcy process (AHP). Berdasarakan hasil analisis kinerja keuangan daerah, secara umum dapat digambarkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Kota Bogor pada tahun anggaran 2005-2014 menunjukkan rata-rata kinerja keuangan daerah yang masih belum stabil atau belum baik, hal ini ditunjukkan oleh indikator kinerja keuangan antara lain: desentralisasi fiskal kurang mengingat ketergantungan keuangan terhadap pemerintah pusat sangat tinggi dan tingkat kemandirian keuangan daerah sedang, PAD Kota Bogor menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dengan rata-rata pertumbuhan 25,31 persen pertahun dan alokasi belanja rutin rata-rata 59,75 persen dari alokasi belanja daerah Pemerintah Kota Bogor. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan Pemerintahan Kota Bogor adalah investasi, pendapatan perkapita dan pajak daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan Pemerintah Kota Bogor. Strategi meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja keuangan Pemerintah Kota Bogor dalam pengelolaan APBD yang dianalisis dengan AHP, sesuai urutan prioritasnya adalah sebagai berikut: (a) Meningkatkan pengawasan; (b) Pendidikan dan pelatihan; (c) Komunikasi dan komitmen pencapaian sasaran; (d) Penerapan regulasi insentif dan disinsentif; (e) Intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcFinanceid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleStrategi Meningkatkan Efisiensi Dan Efektivitas Kinerja Keuangan Pemerintah Kota Bogor Dalam Pengelolaan Apbdid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordefisiensi dan efektivitasid
dc.subject.keywordkinerja keuanganid
dc.subject.keywordpemerintah Kota Bogorid
dc.subject.keywordanggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record