Show simple item record

dc.contributor.advisorMurtilaksono, Kukuh
dc.contributor.advisorHadi, Setia
dc.contributor.authorApriyeni, Baiq Ahda Razula
dc.date.accessioned2016-12-09T06:49:59Z
dc.date.available2016-12-09T06:49:59Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82183
dc.description.abstractTapak ekologi merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalam mengelola sumberdaya alam. Pemanfaatan tapak ekologi sebagai instrument manajemen sumberdaya merupakan bagian dari pada upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menghitung nilai tapak ekologi di Pulau Lombok melalui pendekatan Supply (pasokan) dan Demand (permintaan) berdasarkan GFN (Global Footprint Network), Kesesuaian Lahan dan Rencana Tata Ruang Wilayah, 2) Mengevaluasi dan menilai ketiga pendekatan perhitungan nilai tapak ekologi, 3) Merumuskan arahan pemanfaatan ruang berdasarkan hasil perhitungan nilai tapak ekologi. Untuk mencapai tujuan dilakukan perhitungan terhadap tiga pendekatan yaitu Global Footprint Network, Kesesuaian Lahan dan Rencana Tata Ruang Wilayah. Setelah dilakukan perhitungan kemudian dilakukan evaluasi serta penilaian terhadap ketiga pendekatan yang akan digunakan untuk menggambarkan kondisi tapak ekologi di Pulau Lombok saat ini dan masa yang akan datang. Setelah itu dengan menggunakan hasil perhitungan dan analisis pendekatan yang terpilih kemudian dilakukan penyusunan arahan pemanfaatan ruang di Pulau Lombok. Berdasarkan hasil perhitungan tapak ekologi dan biokapsitas dengan tiga pendekatan yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa Pulau Lombok dikategorikan ke dalam tiga kategori wilayah defisit ekologi yakni: wilayah surplus (berdasarkan pendekatan GFN), wilayah surplus (berdasarkan pendekatan kesesuaian lahan), dan wilayah defisit (berdasarkan pendekatan terhadap RTRW). Dari tiga pendekatan tapak ekologi yang digunakan, pendekatan Rencana Tata Ruang Wilayah yang paling riil untuk menggambarkan kondisi tapak ekologi di Pulau Lombok. Adapun arahan pemanfaatan ruang berdasarkan tapak ekologi di Pulau Lombok adalah sebagai berikut: 1) Lahan pertanian perlu ditambahkan lahan seluas 121.305 ha, 2) Lahan peternakan dikurangi luasnya sebesar 181.031 ha, 3) Lahan perikanan perlu ditambahkan lahan seluas 248.429 ha, 4) Lahan hutan perlu penambahan luasan sebesar 151.439 ha, 5) lahan terbangun perlu ditambahkan lahan seluas 159.132 ha. 6) Lahan yang berfungsi sebagai penyerap karbon perlu ditambahkan lahan seluas 14.024 ha.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcRegional planningid
dc.subject.ddcCountry planningid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcPulau Lombokid
dc.titleAnalisis Tapak Ekologi Untuk Arahan Pemanfaatan Ruang Pulau Lombokid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordtapak ekologiid
dc.subject.keywordbiokapasitasid
dc.subject.keyworddefisit ekologiid
dc.subject.keywordarahan pemanfaatan ruangid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record