Show simple item record

dc.contributor.advisorBudijanto, Slamet
dc.contributor.advisorNurtama, Budi
dc.contributor.authorMojiono
dc.date.accessioned2016-10-13T02:27:10Z
dc.date.available2016-10-13T02:27:10Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/81735
dc.description.abstractPati singkong adalah salah satu sumber karbohidrat yang dapat digunakan sebagai kandidat bahan baku mi. Mi berbahan pati singkong juga dapat dikembangkan sebagai pangan bebas gluten karena tidak mengandung protein gluten. Tujuan utama penelitian ini adalah melakukan studi optimasi untuk mendapatkan kualitas mi pati singkong optimal. Variabel bahan (soy protein isolate-SPI dan bekatul) dan variabel proses (suhu ekstrusi) digunakan sebagai variabel optimasi di dalam rancangan Response Surface Methodology (RSM). Tahapan penelitian meliputi (1) studi profil gelatinisasi pati singkong dan komposit yang terdiri dari pati singkong, SPI, bekatul, dan glycerol monostearate-GMS), (2) tahap optimasi, serta (3) studi komparasi daya cerna pati mi pati singkong hasil optimasi dengan mi komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasta komposit mengalami sejumlah perubahan signifikan dibandingkan pati singkong antara lain viskositas pasta, suhu gelatinisasi, dan waktu puncak akibat inkorporasi komponen tambahan yaitu SPI, bekatul, dan GMS. Perubahan ini disebabkan oleh kompetisi air antara fraksi non pati dengan pati, sehingga membatasi aktivitas pembengkakan granula. Profil RVA (Rapid Visco Analyzer) juga menunjukkan bahwa viskositas komposit lebih stabil selama fase pemanasan serta adanya kecenderungan retrogradasi yang lebih tinggi dibandingkan pati singkong. Hasil studi optimasi menunjukkan bahwa mi pati singkong yang optimal berhasil dicapai dengan penambahan bekatul 8.3%, SPI 6.7% dan diproses pada suhu ekstrusi 80 °C. Kombinasi tersebut memberikan nilai desirability sebesar 0.78. Berdasarkan uji verifikasi, semua nilai respon berada pada selang kepercayaan 95%, yaitu elongasi 202.83%, cooking loss 4.35%, kekerasan 4643.54 gf, adesivitas 120.91 gf, dan kecerahan 47.78. Sementara itu, studi komparasi menunjukkan bahwa daya cerna pati pada mi pati singkong optimum (59.83%) lebih rendah dibandingkan mi terigu (72.33%), akan tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan mi jagung (51.99%). Ketersediaan pati di dalam mi sebagai substrat enzim α-amilase memberikan perbedaan nilai daya cerna. Selain itu, adanya bekatul sebagai sumber serat pangan tahan cerna pada mi pati singkong dapat berkontribusi di dalam penghambatan hidrolisis pati. Hasil ini menunjukkan bahwa mi pati singkong optimum mempunyai potensi sebagai pangan fungsional dengan daya cerna yang rendah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcFood technologyid
dc.subject.ddcStarchid
dc.titleOptimasi Pembuatan Mi Pati Singkong Menggunakan Ekstruder Ulir Gandaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordmi pati singkongid
dc.subject.keywordgelatinisasiid
dc.subject.keywordResponse Surface Methodologyid
dc.subject.keyworddaya cerna patiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record