Show simple item record

dc.contributor.advisorSudarsono
dc.contributor.advisorDarmawan
dc.contributor.authorWibisono, Muhammad Giri
dc.date.accessioned2016-10-13T02:27:03Z
dc.date.available2016-10-13T02:27:03Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/81734
dc.description.abstractAndisol dengan penggunaan lahan berbeda di lereng sebelah Timur Laut Gunung Gede Cianjur telah dipelajari guna mengetahui perbedaan karakteristiknya yang berubah akibat perubahan penggunaan lahan. Sebanyak 46 contoh tanah dari 9 profil Andisol yang berkembang dari bahan breksi dan lahar Gunung Gede telah dianalisis di laboratorium guna membandingkan sifat fisik, kimia, dan mineraloginya. Penelitian ini bersifat ex post facto dengan cara membandingkan kondisi morfologi dan kimia Andisol pada tiga intensitas pengelolaan yaitu hutan sekunder yang mencerminkan lahan tanpa pengelolaan, perkebunan teh yang mencerminkan lahan dengan intensitas pengelolaan sedang, dan lahan tanaman sayur yang mencerminkan lahan dengan pengelolaan intensif. Dalam penelitian ini diasumsikan bahwa area penelitian pada awalnya merupakan hutan yang kemudian beralih fungsi. Oleh karena itu, tanah di bawah tegakan hutan digunakan sebagai acuan karakteristik Andisol yang alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik Andisol yang merupakan warisan dan yang diubah oleh perubahan penggunaan lahan. Beberapa perbedaan karakteristik Andisol yang merupakan warisan antara lain kedalaman solum, horison terkubur, tekstur tanah, kandungan mineral klei dan pasir, serta klasifikasi pada kategori subgrup. Sementara itu, perbedaan karakteristik Andisol yang terjadi akibat perubahan penggunaan lahan terutama disebabkan oleh berkurangnya bahan organik serta terjadinya keadaan kering tak balik pada sebagian tanahnya. Perbedaannya karakteristik yang terjadi antara lain sifat morfologi yaitu warna, sifat fisik meliputi bobot isi dan intensitas kering tak balik, dan sifat kimia meliputi pH, C-organik, N-total, basa-basa dapat ditukar, serta P dan K total. Karakteristik Andisol yang berubah akibat perubahan penggunaan lahan hanya terjadi pada horison A atau horison yang terkena langsung kegiatan pengelolaan tanah. Upaya penanggulangan ditujukan untuk mempertahankan bahan organik serta kelembaban tanahnya guna menjaga agar tidak terjadi kondisi kering tak balik. Upaya penanggulangannya meliputi penambahan bahan organik sebanyak 836 kg/ha untuk lahan perkebunan teh dan 940 kg/ha untuk lahan budidaya sayuran, penanaman pohon naungan dan tanaman penutup lahan (legume cover crop), serta pemupukan yang berimbang. Khusus untuk perkebunan teh perlu adanya penyulaman pada tanaman yang jarang. Sedangkan untuk lahan budidaya perlu adanya perbaikan teras dan arah bedengan yang sesuai dengan kaidah konservasi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcAgricultureid
dc.subject.ddcUtilization of landid
dc.titlePerubahan Karakteristik Andisol Akibat Perubahan Penggunaan Lahan: Identifikasi Dan Upaya Penanggulanganid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAndisolid
dc.subject.keywordbreksi dan laharid
dc.subject.keywordGunung Gedeid
dc.subject.keywordkarakteristik tanahid
dc.subject.keywordpenggunaan lahanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record