| dc.description.abstract | Tanaman sawi (Brassica rapa) merupakan tanaman sayuran penting di
Indonesia. Meskipun bunga tanaman sawi bersifat hermaprodit, namun untuk
menghasilkan biji yang optimal diperlukan penyerbukan silang oleh serangga
penyerbuk yang ukurannya sesuai dengan bentuk dan morfologi bunga sawi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur aktivitas kunjungan tiga spesies Trigona,
yakni Trigona (Tetragonula) laeviceps, T. (Lepidotrigona) terminata, dan T.
(Heterotrigona) itama, dan peranannya dalam penyerbukan dan pembentukan biji
sawi.
Pada penelitian ini dilakukan perlakuan tanaman, yaitu 50 pertanaman
terbuka dan 50 pertanaman yang dikurung. Setiap pertanaman dalam kurungan
dimasukkan 1 koloni Trigona (T. (Tetragonula) laeviceps, T. (Lepidotrigona)
terminata, dan T. (Heterotrigona) itama). Sebanyak 50 tanaman dalam kurungan
tanpa diberi Trigona. Metode focal sampling digunakan untuk mengamati
aktivitas kunjungan Trigona. Pengamatan dilakukan dari pukul 07.00 sampai
pukul 16.00 selama pembungaan. Keberhasilan penyerbukan diukur dari jumlah
polong per tanaman, jumlah biji per polong, bobot biji per polong serta
perkecambahan biji yang dihasilkan. Data hasil panen masing-masing perlakuan
dianalisis dengan Analisis of variance (ANOVA) yang dilanjutkan uji Tukey.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mencari pakan pada T.
(Tetragonula) laeviceps, T. (Lepidotrigona) terminata, dan T. (Heterotrigona)
itama dimulai pada pagi hari hingga sore hari. Jumlah bunga yang dikunjungi
paling banyak pada T. (Heterotrigona) itama (28.38 bunga/5 menit), diikuti pada
T. (Tetragonula) laeviceps (27.88 bunga/5 menit), dan T. (Lepidotrigona)
terminata (27.85 bunga/5 menit). Waktu kunjungan per bunga terlama pada T.
(Heterotrigona) itama (40.15 detik), diikuti pada T. (Tetragonula) laeviceps
(35.25 detik), dan pada T. (Lepidotrigona) terminata (34.84 detik). Total waktu
kunjungan tertinggi pada T. (Heterotrotrigona) itama (40.10 menit), diikuti pada
T. (Tetragonula) laeviceps (37.47 menit), dan pada T. (Lepidotrigona) terminata
(36.76 menit). Jumlah polen terbanyak dibawa oleh T. (Heterotrigona) itama
(36650 butir polen), diikuti oleh T. (Lepidotrigona) terminata (26940 butir polen),
dan T. (Tetragonula) laeviceps (9700 butir polen).
Penyerbukan oleh T. (Tetragonula) laeviceps meningkatkan 27% jumlah
polong per tanaman, 32% jumlah biji per polong, 32% bobot biji per polong dan
18% perkecambahan biji. Penyerbukan oleh T. (Lepidotrigona) terminata
meningkatkan 36% jumlah polong per tanaman, 55% jumlah biji per polong, 52%
bobot biji per polong dan 30% perkecambahan biji. Peningkatan hasil panen
tertinggi terjadi pada tanaman yang diserbuki oleh T. (Heterotrigona) itama yaitu
40% jumlah polong per tanaman, 72% jumlah biji per polong, 54% bobot biji
perpolong dan 36% perkecambahan biji. | id |