Show simple item record

dc.contributor.advisorSulistyantara, Bambang
dc.contributor.advisorFatimah, Indung Sitti
dc.contributor.advisorFaqih, Akhmad
dc.contributor.authorSapta, Saputri
dc.date.accessioned2016-08-04T01:33:16Z
dc.date.available2016-08-04T01:33:16Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/81301
dc.description.abstractKondisi topografi Pulau Lombok yang berbukit serta dikelilingi oleh pantai secara tidak langsung mempengaruhi karakteristik ekosistem di berbagai wilayah Pulau Lombok. Selain itu, Pulau Lombok berada di tepi garis Wallace yang menandakan peralihan ekologis antara benua Asia dan Australia sehingga membentuk sebuah keanekaragaman yang khas. Akan tetapi Pulau Lombok termasuk ke dalam kategori pulau kecil dengan luas wilayah kurang dari 5000 km2 yang menjadikannya rentan terhadap perubahan iklim dan dapat berdampak kepada terjadinya perubahan ekosistem.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan zona ekosistem Pulau Lombok dari data historis, memeriksa kecocokan hasil identifikasi zona ekosistem dari data historis melalui analisis lapang pada wilayah penelitian, dan menganalisis proyeksi perubahan zona ekosistem di Pulau Lombok berdasarkan skenario perubahan iklim. Metode yang digunakan adalah analisis lapang melalui ground truth check, analisis data iklim menggunakan data historis dan skenario iklim, serta analisis zona ekosistem dengan menggunakan sistem klasifikasi Holdridge Life Zones. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data iklim historis, terdapat enam zona ekosistem di pulau Lombok yaitu cool temperate rain forest, warm temperate rain forest, subtropical moist forest, subtropical wet forest, tropical dry forest, dan tropical moist forest. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa hasil identifikasi zona ekosistem melalui analisis data historis periode 2001-2010 sebagian besar menunjukkan kondisi yang sesuai dengan hasil identifikasi dalam ground truth check. Berdasarkan hasil analisis menggunakan skenario iklim, zona ekosistem yang diduga akan berubah yaitu pada lokasi Hutan Pusuk, Sekotong, Mantang, Air Terjun Benang Kelambu, Pringgabaya, Sapit, dan Sembalun. Selain itu diprediksi akan terbentuknya zona ekosistem baru, yakni tropical very dry forest di sekitar wilayah Pringgabaya seluas 1.91% (RCP4.5) hingga 2.29% (RCP8.5) pada tahun 2030. Walaupun perubahan zona ekosistem yang dapat terjadi berdasarkan hasil analisis tidak signifikan, namun hal tersebut tetap dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan spesies di Pulau Lombok. Untuk itu, diperlukan adanya upaya konservasi untuk mencegah ataupun mereduksi dampak yang dapat terjadi di masa yang akan datang. Hasil penelitian ini dapat menjadi basis untuk kajian lebih lanjut mengenai kerentanan spesies secara spesifik untuk menjaga spesies yang dapat terancam akibat adanya perubahan ekosistem.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcLandscapeid
dc.titlePendekatan Geospasial Untuk Kajian Perubahan Ekosistem Pulau Lombok Di Bawah Pengaruh Perubahan Iklimid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordperubahan iklimid
dc.subject.keywordperubahan ekosistemid
dc.subject.keywordSistem Informasi Geografis (SIG)id
dc.subject.keywordHoldridge Life Zones (HLZ)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record