Show simple item record

dc.contributor.advisorDarusman, Latifah K.
dc.contributor.advisorSudiana, I Made
dc.contributor.authorSumarlin, La Ode
dc.date.accessioned2010-04-26T04:08:26Z
dc.date.available2010-04-26T04:08:26Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/8086
dc.description.abstractPembersihan fosfor yang terdapat pada bada-badan air merupakan salah satu cara untuk mengurangi kerusakan ekosistem dan lualitas air. Pembersihan fosfor secara biologis dengan sistim lumpur aktif memi iki ciri sirkulasi berulang pada kondisi anaerobik dan aerobik. Pembersihan fosfor ni dilakukan dengan penambatan fosfat oleh mikroorganisme dalam sel. Efisiensi per ambatan secara biologis tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekologi dan fisiologi mikı əba yang berperan dalam proses anaerobik-aerobik. Substrat merupakan kunci bagi orgaanisme pengakumulasi fosfat untuk terus hidup dan juga berpenagruh terhadap proses penambatan fosfat secara biologis. Penelitian ini dilaksanakan dengan langkah sebagai berikut: (1). Aklimatisasi sampel lumpur aktif, (2). Set up Sequensial Batch reaktor (SBR) (Optimasi operasi reaktor pada kondisi anaerobik-aerobik, Batch est: Absorpsi karbon kondisi anaerobik; Dinamika glikogen, polifosfat PHA), (3. Operasional SBR pada kondisi optimum untuk penambatan fosfat dari air limba 1. Reaktor dioperasikan dalam jangka waktu tertentu pada tiga kondisi yang berb xda, yaitu kondisi anoksik (tanpa oksigen, tanpa substrat) selama satu hari, kondisi anaerobik selama lima jam, dan kondisi aerobik selama tujuh belas jam dan dienda pkan selama satu jam pada suhu kamar. Metode yang digunakan adalah metode asam askorbat untuk menentukan konsentrasi fosfat; metode DNS untuk menentukan gula pereduksi; metode induksi berulang dan kromatografi gas untuk menguji keman puan absorpsi substrat. Pada proses aklimatisasi lumpur aktif selana sepuluh hari, substrat glukosa terabsorpsi secara nyata pada kondisi anaerobik lan pada saat yang sama fosfat mengalami peningkatan. Pada kondisi aerob k, fosfat terabsorpsi sehingga konsentrasinya mengalami penurunan secara nyata. Uji absorpsi substrat (asetat) pada komuni as mikroba sebelum aklimatisasi menunjukkan bahwa selama induksi I, II, dan II tidak berbeda nyata. Namun konsentrasi fosfat mengalami penurunan secara nyata. Induksi ini dilakukan untuk merangsang enzim yang berperan dalam proses absorpsi substrat dan pelepasan fosfat oleh mikroba. Setelah aklimatisasi, diperoleh dua isolat bakteri pengakumulasi fosfat. Ke dua isolat tersebut berasal dari Azotobacter spp den Beijerinckia spp. Isolat-isolat tersebut dapat memberikan respons terhadap absor si fosfat dan substratnya. Sebagai cadangan sumber energi sel isolat tersebut juga me niliki kemampuan mengakumulasi PHB. Proses absorpsi substrat ini terjadi melalui pro ses induksi berulang. Isolat dari Azotobacter spp dapat meng absorpsi fosfat sebesar 71,81%, sedangkan isolat Beijerinckia spp sebesar 28,15%.
dc.titleMetabolisme Absorpsi Substrat dalam Kondisi Anaerobik pada Proses Penambatan Fosfat oleh Azotobacter spp dan Beijerinckia sppid
dc.subject.keywordSequencing Batch Reactor (SBR)
dc.subject.keywordAbsorpsi fosfat
dc.subject.keywordAklimatisasi bakteri
dc.subject.keywordPoli-beta-hidroksibutirat (PHB)
dc.subject.keywordMetabolisme substrat


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record