Show simple item record

dc.contributor.advisorBoer, Rizaldi
dc.contributor.authorDila, Ratna
dc.date.accessioned2016-06-02T03:27:56Z
dc.date.available2016-06-02T03:27:56Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80746
dc.description.abstractIndek kerawanan pangan menggambarkan ketidakmampuan masyarakat, rumah tangga atau individu untuk mencukupi kebutuhan pangan minimum yang terjadi secara terus menerus (cronic) atau sementara (transient). Banyak metode yang digunakan dalam menetapkan indek kerawanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dua metode penetapan indek kerawanan pangan yang digunakan di Indonesia. Indek kerawanan pangan disusun dengan menggunakan beberapa indikator yang merepresentasikan kerawanan pangan kronis yaitu ketersedian pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan dan kerawanan pangan sementara yaitu kejadian banjir, kekeringan dan kerugian produksi padi dan palawija. Penyusunan indek dilakukan dengan menggunakan metode principal component analysis (PCA) dan persentil. Untuk metode persentil, setiap indikator memiliki nilai bobot. Nilai bobot ditetapkan dengan dua pendekatan, yaitu berdasarkan persentase sumbangan keragaman nilai komponen utama yang dihasilkan dari analisis PCA dan penilaian subjektif tingkat keeratan hubungan antara indikator dengan expert judgement. Selanjutnya tingkat kerawanan pangan ditentukan berdasarkan nilai indek. Indek yang dihitung dengan metode PCA, penetapan tingkat kerawanan berdasarkan analisis gerombol sedangkan yang dihitung dengan metode persentil menggunakan sistem kuadran. Tingkat kerentanan ditetapkan sebanyak enam kelas. Kelas 1 menunjukkan tingkat kerawanan paling rendah sedangkan kelas 6 menunjukkan tingkat kerawanan paling tinggi. Hasil analisis menunjukkan, pengelompokkan kabupaten di NTT menurut tingkat kerawanannya yang menggunakan metode PCA relatif berbeda dengan yang menggunakan persentil. Namun demikian, pengelompokkan kabupaten yang menggunakan metode persentil dengan teknik pembobotan PCA hasilnya relatif sama dengan yang menggunakan teknik pembobotan penilaian pakar. Berdasarkan kriteria simpangan baku terkecil, metode persentil dengan teknik pembobotan PCA memberikan hasil paling baik yaitu dengan simpangan baku 0.12, diikuti metode persentil dengan pembobotan menurut penilaian pakar yaitu 0.15 dan metode PCA 1.54.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcGeophysics and meteorologyid
dc.subject.ddcGeophysicsid
dc.subject.ddcNusa Tenggara Timurid
dc.titleEvaluasi Metode Penetapan Indek Kerawanan Panganid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKerawanan Panganid
dc.subject.keywordPCAid
dc.subject.keywordPersentilid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record