Show simple item record

dc.contributor.advisorOktaviani, Rina
dc.contributor.advisorNovianti, Tanti
dc.contributor.authorBusnita, Silvia Sari
dc.date.accessioned2016-05-19T06:17:04Z
dc.date.available2016-05-19T06:17:04Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80554
dc.description.abstractIsu keamanan pangan sebagai spillover effects dari krisis global tahun 2007- 2008 lalu, salah satunya ditandai dengan lonjakan harga pangan di tingkat konsumen di seluruh dunia. Peningkatan harga pangan ini menjadi beban bagi masyarakat miskin di negara berkembang yang menghabiskan rata-rata setengah dari pendapatan rumah tangga mereka untuk pangan, terutama pada komoditas serealia (padi-padian). Sementara itu selama beberapa dekade terakhir telah terjadi peningkatan banjir, kekeringan, perubahan siklus hujan, maupun cuaca ekstrem di beberapa bagian dunia sebagai pertanda dari perubahan iklim global. Akibat dari fenomena ini hasil produksi tanaman pangan utama di negara-negara tropis menjadi berfluktuasi. Hal ini mempengaruhi fluktuasi harga makanan terutama pada harga pangan pokok baik di pasar internasional dan domestik. Beras sebagai salah satu komoditi pangan utama dengan karakteristik pasarnya yang “tipis” (jarang diperdagangkan), juga mengalami fluktuasi dari segi jumlah produksi, produktivitas maupun harga. Mengingat urgensi beras sebagai makanan pokok utama di Indonesia, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fluktuasi (volatilitas) harga beras di Indonesia, menganalisis faktor pendorong utama yang menyebabkan fluktuasi harga beras di Indonesia; serta menganalisis pengaruh variabel perubahan iklim (terutama perubahan suhu) terhadap produksi padi, harga beras lokal dan fluktuasi (volatilitas) harga beras Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder time-series bulanan dari tahun 2007 sampai 2014. Metode yang digunakan untuk menganalisis volatilitas harga beras adalah ARCH-GARCH (Autoregressive Conditional Heteroscedasticity- Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity). Hasil analisis volatilitas menunjukkan bahwa harga beras Indonesia merupakan variabel ekonomi yang bersifat volatile, time-varying (bervariasi antar waktu), dengan lonjakan harga tertinggi terjadi pada tahun 2010 dan 2011. Sementara berdasarkan hasil estimasi VECM (Vector Error Correction Model), menunjukkan bahwa faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi fluktuasi harga beras Indonesia dalam jangka panjang adalah produksi padi, perubahan suhu, cadangan beras domestik nasional, harga beras dunia, jumlah konsumsi rumah tangga, nilai tukar, dan suku bunga. Sementara itu, menurut hasil analisis Impulse Response Function, variabel perubahan iklim (perubahan suhu) akan berpengaruh negatif terhadap produksi padi di Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. Sebaliknya, variabel perubahan suhu ini akan memberi pengaruh positif pada harga beras serta fluktuasi harga beras di Indonesia. Hasil penelitian ini penting bagi petani, pemerintah, pedagang maupun pihak terkait lainnya khususnya yang terkait dengan strategi mitigasi ketidakpastian produksi padi dan fluktuasi harga beras yang disebabkan oleh perubahan iklim di masa yang akan datang.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcAgricultural economicsid
dc.titleVolatilitas Harga Beras, Faktor Penyebab Dan Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Produksi Padi Dan Volatilitas Harga Beras Di Indonesiaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordvolatilitas harga-berasid
dc.subject.keywordperubahan iklimid
dc.subject.keywordARCH-GARCHid
dc.subject.keywordVECMid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record