Show simple item record

dc.contributor.advisorKartono, Agus Priyono
dc.contributor.advisorMasy’ud, Burhanuddin
dc.contributor.authorRabiati, Mila
dc.date.accessioned2016-05-19T04:48:46Z
dc.date.available2016-05-19T04:48:46Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80512
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi restorasi habitat bekantan di Suaka Margasatwa Kuala Lupak (SMKL) berdasarkan hasil identifikasi kondisi habitat dan populasi bekantan di habitat referensi serta persepsi masyarakat aktor konversi lahan terhadap pelestarian bekantan. Penelitian dilaksanakan di SMKL, Kalimantan Selatan pada Februari-April 2015. Areal penelitian adalah habitat bekantan pada formasi Sonneratia-Avicennia di hutan mangrove Blok Hutan Tanjung Pedada Tua seluas ±195 ha. Pengumpulan data dilaksanakan di tiga lokasi, yakni: 1) areal bervegetasi baik dan disukai bekantan seluas ±72.77 ha sebagai tapak referensi, 2) areal bervegetasi dan kurang disukai bekantan seluas ±33.96 ha sebagai areal model 1, dan 3) areal bervegetasi terganggu yang terletak dekat dengan pemukiman seluas ±19.71 ha sebagai areal model 2. Peubah komponen fisik habitat yang diamati meliputi kondisi iklim mikro, tanah serta perairan sungai. Data komponen biotik habitat bekantan meliputi komposisi dan struktur vegetasi, pohon tidur dan jenis satwa kompetitor. Pengumpulan data vegetasi dilakukan dengan menerapkan metode jalur berpetak. Pengamatan dan penghitungan jumlah populasi dilakukan dengan metode terkonsentrasi dengan kriteria kelas umur bekantan mengikuti kriteria dari Yeager (1990), Murai (2004), Murai (2006) dan Stark et al. (2012). Data persepsi masyarakat diperoleh dengan mewawancarai 33 responden yang merupakan pelaku konversi lahan. Persepsi masyarakat yang digali meliputi: 1) Pengetahuan, terdiri atas: (a) pengetahuan tentang keberadaan bekantan termasuk jenis tumbuhan yang menjadi pakan bekantan, pohon yang dipilih sebagai pohon tidur serta anggapan terhadap bekantan sebagai sumber gangguan, (b) pengetahuan tentang status perlindungan bekantan, dan (c) pengetahuan tentang status kawasan SMKL, serta pengetahuan responden tentang konsekuensi hukum bagi aktivitas menggarap lahan di SMKL; 2) Sikap, meliputi: (a) sikap penerimaan terhadap kegiatan rehabilitasi yang sudah dilaksanakan sebelumnya dan (b) sikap dukungan atau kesediaan untuk terlibat dalam program/kegiatan restorasi yang akan dilaksanakan selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekantan di SMKL menempati hutan mangrove formasi Sonneratia-Avicennia yang didominasi oleh Sonneratia caseolaris (INP=273.98%) dan Avicennia alba (INP=189.01%). Jumlah jenis vegetasi yang ditemukan sebanyak 17 jenis terdiri atas 7 jenis habitus pohon dan 10 jenis habitus tumbuhan bawah. Indeks keanekaragaman jenis vegetasi di areal bervegetasi baik dan disukai oleh bekantan adalah H’=0.58, areal bervegetasi kurang disukai sebesar H’=0.79, dan areal bervegetasi terganggu sebesar H’=0.38. Jenis S. caseolaris merupakan vegetasi sumber pakan utama dan digunakan sebagai pohon tidur oleh bekantan. Jenis ini mengalami hambatan regenerasi alami akibat dominansi tumbuhan bawah Derris trifoliata yang menghalangi pertumbuhan anakan S. caseolaris. Dominansi D. trifoliata merupakan indikator ekosistem mangrove yang mengalami kerusakan. Dugaan populasi bekantan di SMKL adalah 139±43 individu dengan kepadatan 81 individu/km2 dan nisbah kelamin dewasa 1:3.09. Struktur populasi bekantan menunjukkan jumlah populasi yang terkonsentrasi pada kelompok usia menengah-dewasa. Pengetahuan masyarakat tentang keberadaan bekantan dan status perlindungannya cukup tinggi (>50%), tetapi sikap penerimaan dan dukungan terhadap kegiatan restorasi masih rendah (<50%). Perbedaan persepsi masyarakat ditunjukkan oleh faktor domisili responden dan status kepemilikan lahan. Strategi restorasi habitat bekantan yang direkomendasikan meliputi: (a) penanaman jenis S. caseolaris dan jenis tumbuhan pakan lainnya (b) pengendalian tumbuhan bawah D. trifoliata, (c) penyuluhan, penyadartahuan masyarakat dan sosialiasi serta (d). Program penanaman untuk restorasi SMKL dalam jangka menengah diarahkan untuk membangun koridor bagi bekantan. Selain itu peningkatan manajemen pengelolaan dan penyelesaian konflik lahan terus diupayakan dengan tujuan mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam upaya restorasi ekosistem mangrove di SM Kuala Lupak.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcPrimatesid
dc.subject.ddcMonkeyid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBarito Kuala-Kalimantan Selatanid
dc.titleStrategi Restorasi Habitat Bekantan Di Suaka Margasatwa Kuala Lupak Berdasarkan Karakteristik Habitat Referensiid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordhabitat referensiid
dc.subject.keywordhambatan regenerasi alamiid
dc.subject.keywordpopulasi bekantanid
dc.subject.keywordpersepsi masyarakatid
dc.subject.keywordstrategi restorasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record