Show simple item record

dc.contributor.advisorKusumo, Yudiwanti Wahyu Endro
dc.contributor.advisorSobir
dc.contributor.advisorMathius., Nurita Toruan
dc.contributor.authorYono, Dwi
dc.date.accessioned2016-05-19T04:40:57Z
dc.date.available2016-05-19T04:40:57Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80477
dc.description.abstractKelapa sawit tergolong ke dalam tanaman tahunan yang berperan penting sebagai sumber minyak nabati dunia. Siklus pemuliaan tanaman kelapa sawit membutuhkan periode waktu yang cukup lama, karena itu seleksi dengan bantuan penanda molekuler sangat diperlukan untuk mempersingkat waktu seleksi. Seleksi dengan bantuan penanda molekuler memerlukan penanda yang berasosiasi dengan karakter yang diinginkan, terutama karakter daya hasil dan komponennya yang merupakan karakter kompleks dan tergantung pada latar belakang genetik. Oleh karena itu, identifikasi penanda yang berasosiasi dengan karakter yang diinginkan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan mendapatkan penanda SSR yang berasosiasi dengan karakter jumlah tandan (JT) dan/atau bobot tandan rataan (BTR). Bahan tanam yang digunakan adalah populasi Tenera yang berasal dari persilangan antara Dura Deli dengan Pisifera AVROS. Populasi yang digunakan tersebut memiliki keragaman JT dan BTR yang signifikan berbeda. Sebanyak 18 penanda SSR dari basis data publik diasosiasikan dengan karakter JT dan/atau BTR. Data molekuler dianalisis untuk mengetahui profil penanda SSR yang terdiri dari keragaman alelik, tingkat heterozigositas dan informasi polimorfisme. Asosiasi antara penanda SSR dengan karakter JT dan BTR menggunakan analisis satu penanda dengan pembuatan sidik ragam satu faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanda SSR terkait JT yang terdiri dari 8 penanda (mEgCIR: 0380, 2433, 0801, 2577, 0037, 0781, 3534, dan 3718) mampu mengamplifikasi DNA dengan jumlah alel satu hingga empat dan rataan sebesar 2.3 alel per lokus. Penanda SSR terkait BTR yang terdiri dari 12 penanda (mEgCIR: 0380, 2433, 3428, 0408, 2595, 3160, 0195, 0804, 2387, 3672, 0782, dan 3750) mampu mengamplifikasi DNA dengan jumlah alel satu hingga empat dan rataan sebesar 2.4 alel per lokus. Keragaman alelik cukup rendah karena populasi merupakan hasil persilangan dari tetua yang telah intensif diseleksi. BTR pada populasi Tenera (DxP) berasosiasi secara signifikan dengan penanda mEgCIR3428. Tanaman dengan alel terpanjang (196 pasang basa) pada penanda mEgCIR3428 memiliki rataan BTR tertinggi. Penanda mEgCIR3428 dapat menjadi satu kandidat penanda untuk kegiatan seleksi tetua kelapa sawit Dura Deli dan Pisifera AVROS pada siklus seleksi selanjutnya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcaBiotechnologyid
dc.subject.ddcPlant biotechnologyid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.title. Identifikasi Penanda Ssr Yang Berasosiasi Dengan Jumlah Dan Bobot Tandan Buah Segar Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.)id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordanalisis satu penandaid
dc.subject.keywordanalisis satu penandaid
dc.subject.keywordbobot tandan rataanid
dc.subject.keywordDura Deliid
dc.subject.keywordjumlah tandanid
dc.subject.keywordPisifera AVROSid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record