Show simple item record

dc.contributor.advisorMubarik, Nisa Rachmania
dc.contributor.advisorDesniar
dc.contributor.authorAnggrahini, Dian Novita Dia
dc.date.accessioned2016-05-19T04:40:22Z
dc.date.available2016-05-19T04:40:22Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80474
dc.description.abstractKeberadaan bakteri asam laktat (BAL) pada makanan fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi dan daya tahan suatu makanan. Hal ini karena BAL mampu menghasilkan berbagai senyawa antimikrob dan sumber berbagai macam enzim, salah satunya yaitu enzim protease. Lactobacillus plantarum SK(5) merupakan salah satu BAL yang berhasil diisolasi dari bekasam. Bakteri ini telah diketahui mampu menghasilkan enzim protease pada media susu skim. Enzim protease yang dihasilkan ini belum dikarakterisasi dan dimurnikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan produksi, pemekatan dan karakterisasi aktivitas protease L. plantarum SK(5). Penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan yaitu produksi enzim, pemekatan enzim dengan amonium sulfat dan karakterisasi enzim. Produksi enzim dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dan tanpa pengocokan. Pemilihan kondisi produksi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas enzim yang dihasilkan oleh bakteri L. plantarum SK(5) pada kondisi pertumbuhan yang berbeda. Karakterisasi enzim terdiri atas penentuan pH, suhu, dan stabilitas enzim. pH yang digunakan berkisar dari pH 4-10, suhu yang digunakan yaitu 30-80 oC dengan rentang suhu 10 oC. Stabilitas enzim terhadap waktu pemanasan dilakukan dengan menginkubasi enzim pada suhu maksimum selama 3 jam, dan tiap 30 menit sekali aktivitas enzim diukur. Penentuan bobot molekul dilakukan dengan sodium dodesil sulfat poliakrilamid gel elektroforesis (SDS-PAGE). Hasil produksi enzim dengan dan tanpa pengocokan menghasilkan aktivitas enzim yang berbeda. Aktivitas enzim tertinggi diperoleh pada kondisi tanpa pengocokan. Hasil pemekatan enzim dengan amonium sulfat menunjukkan bahwa protease mengendap secara sempurna pada konsentrasi amonium sulfat 60%, dan kadar protein tertinggi diperoleh pada konsentrasi amonium sulfat 30% pada kedua kondisi produksi enzim. Tingkat kemurnian enzim meningkat lebih dari 2 kali lipat pada kondisi dengan dan tanpa pengocokan, masing-masing sebesar 2.08 kali dan 2.29 kali. Protease memiliki aktivitas tertinggi pada pH 7 dan suhu 50 oC pada kedua kondisi produksi enzim. Enzim protease hanya stabil selama 1 jam pada suhu dan pH optimumnya. Bobot molekul enzim berkisar 30.88 kDa dan 25.54 kDa. Berdasarkan hasil produksi enzim protease L. plantarum SK(5) dengan dan tanpa pengocokan, dapat disimpulkan bahwa produksi dengan kondisi tanpa pengocokan akan menghasilkan aktivitas enzim protease yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi pengocokan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcMicrobiologyid
dc.titleProduksi, Pemekatan, Dan Karakterisasi Enzim Protease Dari Lactobacillus Plantarum Sk(5)id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordLactobacillus plantarum SK(5)id
dc.subject.keywordpengocokanid
dc.subject.keywordproteaseid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record