Show simple item record

dc.contributor.advisorNuraini, Henny
dc.contributor.advisorPriyanto, Rudy
dc.contributor.authorHakim, Annisa
dc.date.accessioned2016-05-19T04:31:23Z
dc.date.available2016-05-19T04:31:23Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80453
dc.description.abstractPenelitian mengenai citra digital telah dilakukan sebagai metode untuk mengukur dimensi tubuh, menentukan bobot tubuh, dan pertumbuhan ternak. Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk membandingkan metode pengukuran tubuh sapi, yaitu secara manual dan menggunkan citra digital, menentukan koefisien pertumbuhan relatif sapi Friesian Holstein (FH) dan Limousin betina, dan membandingkan ukuran dan dimensi tubuh kedua bangsa sapi tersebut. Pengukuran karakteristik morfometrik sapi FH dan Limousin betina yang digunakan merupakan hasil dari perhitungan citra digital. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas 53 ekor sapi FH dan 63 sapi Limousin betina. Pengukuran dimensi tubuh dilakukan secara langsung (manual) dengan menggunakan alat ukur pada performa umum tubuh, sumbu tubuh, alat gerak depan dan alat gerak belakang sapi. Data pengukuran dimensi linear kerangka tubuh yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t, sedangkan pertumbuhan relatif sapi dilakukan melalui analisis perhitungan dengan persamaan alometrik menurut Huxley Y=aXb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran tubuh sapi dengan menggunakan kedua metode tersebut tidak berbeda nyata dan metode pengukuran secara digital memiliki koefisien keragaman yang lebih rendah daripada pengukuran manual. Berdasarkan hasil tersebut metode pengukuran secara digital dapat diaplikasikan dalam pengukuran morfometrik. Koefisien pertumbuhan relatif dimensi linear kerangka tubuh sapi FH dan Limousin memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan tersebut terdapat pada panjang tulang thoraxic vertebrae, radius-ulna, metatarsus, dan jarak antar tulang ischium. Metatarsus merupakan tulang yang paling dini tumbuh pada sapi FH, sedangkan yang paling lambat terdapat pada jarak antar tulang coxae. Pada sapi Limousin, metacarpus merupakan tulang yang paling dini tumbuh, dan tulang cervicalis vertebrae merupakan tulang yang paling lama umbuh. Karakteristik morfometrik sapi FH dan Limousin menunjukkan bahwa FH memiliki ukuran kerangka tubuh yang lebih besar daripada Limousin namun memiliki bobot tubuh yang lebih rendah. Perbedaan bangsa menyebabkan perbedaan dalam performa morfologi. FH memiliki tulang thoraxic vertebrae, tinggi badan, jarak antar tulang ischium dan jarak tulang coxae ischium yang lebih panjang. Sedangkan sapi Limousin memiliki tulang cervicalis vertebrae, sacral vertebrae, dan tulang scapula yang lebih panjang daripada FH.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAnimal husbandryid
dc.subject.ddcCattleid
dc.titlePertumbuhan Sapi Friesian Holstein Dan Limousin Betina Berdasarkan Morfometrik Dengan Menggunakan Citra Digitalid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordalometrikid
dc.subject.keywordcitra digitalid
dc.subject.keyworddimensi tubuhid
dc.subject.keywordFriesian Holsteinid
dc.subject.keywordLimousinid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record