Show simple item record

dc.contributor.advisorBarus, Baba
dc.contributor.advisorSutandi, Atang
dc.contributor.authorRazialdi
dc.date.accessioned2016-04-27T04:48:59Z
dc.date.available2016-04-27T04:48:59Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80136
dc.description.abstractKabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jambi yang memiliki potensi lahan rawa cukup besar dalam pemanfaatan ruangnya, yang terbagi dalam beberapa Kawasan Hidrologis Gambut (KHG). Proses perencanaan tata ruang wilayah, yang menghasilkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) pada dasarnya merupakan bentuk intervensi yang dilakukan agar interaksi manusia / makhluk hidup dengan lingkungannya dapat berjalan selaras dan seimbang untuk tercapainya kesejahteraan manusia/makhluk hidup serta kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan. Pengelolaan dan pemanfaatan daerah rawa untuk pertanian menghadapi kendala, antara lain intrusi air laut, tingkat kesuburan tanah rendah, pH tanah masam, kandungan unsur hara NPK relatif rendah, penurunan permukaan tanah yang besar setelah di drainase dan ketersediaan air baku pertanian yang semakin sedikit dikarenakan rusaknya fungsi lindung ekosistem gambut. Tujuan penelitian yaitu : (1) Aspek sebaran indikasi intrusi air laut dan lahan sulfat masam secara spasial keruangan; (2) Evaluasi lahan dengan mempertimbangkan kesesuaian dan ketersediaan lahan pertanian rawa guna meningkatkan perekonomian petani; (3) Mengoptimalkan perencanaan kawasan lindung (pesisir pantai dan sempadan sungai) serta kawasan potensi perlindungan air tanah (kubah gambut) atau potensi perlindungan lainnya; dan (4) Memberikan rekomendasi arahan kebijakan perencanaan lahan rawa dalam revisi tata ruang Kabupaten untuk meningkatkan produksi padi dan revisi tata ruang di Kawasan Hidrologis Gambut Muara Sabak Timur. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui pengambilan sampel solum dan air tanah dangkal berdasarkan garis transek dan observasi langsung. Kemudian sampel air dan tanah dilakukan pengujian laboratotium untuk mendapatkan parameter yang dibutuhkan. Pengumpulan data dalam bentuk kuisioner dan wawancara yang mendalam kepada masyarakat (petani) untuk mendapatkan informasi tentang pertanian dan produksi padi di KHG. Data sekunder menggunakan data yang ada diperoleh dari berbagai instansi yang terkait. Metode analisis yang digunakan adalah (1) Analisis sebaran indikasi intrusi air laut dan lahan sulfat masam dilakukan interpolasi dengan teknik IDW, sintesis dan analisa dengan mengamati pola spasial pH, DHL dan interaksinya dengan penggunaan lahan: (2) Evaluasi kesesuaian dan ketersediaan lahan padi dilakukan pengkelasan lahan dengan metode overlay peta-peta dasar berdasarkan faktor-faktor penghambat dan kriteria kesesuaian lahan padi sawah; (3) Perencanaan pengelolaan kawasan lindung dan kawasan potensi perlindungan air tanah dengan teknik IDW, interpretasi citra disesuaikan dengan peraturan Green Belt dan kubah gambut; (4) Merumuskan arahan perencanaan lahan rawa untuk meningkatkan produksi padi dan revisi tata ruang di KHG Muara Sabak Timur berdasarkan point 1,2 dan 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KHG Muara Sabak Timur sebahagian besar telah dipengaruhi intrusi air laut dan lahan sulfat masam. Intrusi air laut diperkirakan telah mempengaruhi kawasan seluas 30.909 Ha pada bagian utara (dekat pesisir pantai) dan berpotensi akan mengurangi produksi padi dengan perkiraan kehilangan hasil tanaman 20-50% atau lebih. Kawasan yang tergolong lahan sulfat masam potensial, sesuai dengan klasifikasi derajat kemasaman pH tanah yang masih berpotensi untuk produksi padi seluas 43.332 Ha. Ketersediaan dan kesesuaian luas lahan baku sawah secara keseluruhan seluas 7.340,59 Ha dengan kelas kesesuaian lahan S3 (sesuai marginal). Areal kawasan lindung pesisir pantai dan sempadan sungai, telah terdegradasi dan terkonversi kepenggunaan lahan budidaya seluas 1.665 Ha dari luas keseluruhan areal kawasan lindung seluas 4.600 Ha. Rencana zonasi kawasan budidaya dengan bersifat lindung seluas 11.446 Ha dari luas KHG merupakan solusi untuk melindungi lumbung ketersediaan air baku pertanian. Arahan kebijakan pemerintah daerah untuk revisi RTRW kabupaten guna meningkatkan produksi padi dan revisi tata ruang sangat terkait dengan masalah kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi dan ketahanan pangan dari sisi produksi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcRegional planningid
dc.subject.ddcRural developmentid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcTanjung Jabung Timur-Jambiid
dc.titlePerencanaan Lahan Rawa Untuk Peningkatan Produksi Padi Dan Revisi Tata Ruang Di Kawasan Hidrologis Gambut Muara Sabak Timurid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordEvaluasi lahanid
dc.subject.keywordIntrusi air lautid
dc.subject.keywordKonservasi ekosistem gambutid
dc.subject.keywordLahan sulfat masamid
dc.subject.keywordRevisi tata ruang.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record