IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Seleksi Cendawan Endofit Untuk Pengendalian Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia Solanacearum) Pada Tanaman Cabai.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (26.62Mb)
      Date
      2015
      Author
      Windriyati, Ratna Dwi Hirma
      Wiyono, Suryo
      Nawangsih, Abdjad Asih
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi dan mempunyai kedudukan penting dalam industri pangan di Indonesia. Budidaya cabai sangat bergantung pada musim, cuaca, iklim dan serangan organisme pengganggu tanaman. Salah satu gangguan penyakit penting yang sering menyerang adalah layu bakteri. Layu bakteri disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum yang mempunyai kisaran inang yang luas, menginfeksi tanaman melalui akar dan menyerang pembuluh xilem. Penyakit layu bakteri ini sulit untuk dikendalikan karena bakteri dapat bertahan di tanah dan gulma selama bertahun-tahun. Metode yang efektif dan ramah lingkungan sangat diperlukan, yaitu dengan pengendalian hayati. Metode yang perlu dikembangkan misalnya menggunakan cendawan endofit. Cendawan endofit adalah cendawan yang menginfeksi jaringan tanaman tanpa menimbulkan gejala penyakit. Penelitian mengenai cendawan endofit untuk pengendalian penyakit layu bakteri belum pernah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan beberapa cendawan endofit dan menguji kemampuan cendawan endofit dalam mengendalikan penyakit layu bakteri. Penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan yaitu pengambilan sampel di lapangan, isolasi cendawan endofit dan bakteri R. solanacearum, uji patogenisitas, uji kolonisasi, uji keefektifan cendawan endofit penyakit layu bakteri dan pengaruh cendawan endofit terhadap pertumbuhan. Bakteri R. solanacearum diperoleh dari tanaman bergejala layu di Bogor, sedangkan sampel tanaman cabai sehat diambil dari dua daerah yaitu Bogor (kecamatan Dramaga dan Ciampea) dan Garut (Kecamatan Rancabango dan Panjiwangi), setiap lokasi lahan diambil 10 tanaman cabai. Cendawan endofit diisolasi dari bagian akar dan batang tanaman cabai sehat dengan sterilisasi permukaan. Seluruh cendawan yang berhasil diisolasi berjumlah 110 isolat. Cendawan yang didapatkan dari Bogor berjumlah 32 isolat (18 berasal dari akar dan 14 dari batang), sedangkan dari Garut didapatkan 78 isolat (46 isolat berasal dari akar dan 32 isolat dari batang). Semua cendawan yang didapatkan dari hasil isolasi, diuji patogenisitasnya terhadap perkecambahan benih cabai. Cendawan ditanam pada media PDA dan diinkubasi selama 7 hari. Selanjutnya, 20 benih cabai yang sudah disterilisasi permukaan ditanam di atas media biakan cendawan dan diinkubasi pada suhu ruang. Setelah 7-14 hari, diamati persentase perkecambahan dan panjang kecambah. Sepuluh isolat cendawan endofit didapatkan bersifat nonpatogenik, 7 isolat berasal dari bagian akar dan 3 isolat dari batang. Dua isolat cendawan endofit (B1TW dan B5GB) dapat meningkatkan jumlah daun tanaman cabai dan 5 isolat cendawan endofit (A9.2GB, B5GB, A1SG, A3.2G2, A7.3G2) mampu meningkatkan tinggi tanaman cabai dibandingkan dengan kontrol. Lima isolat cendawan endofit yaitu A1TW, A7.3G2, A9.2GB, A8.1aG2, dan B5GB diuji kemampuannya dalam menekan penyakit layu bakteri. Tiga isolat 5 cendawan endofit mewakili kelompok cendawan yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, dan 2 isolat mewakili cendawan endofit yang tidak dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai. Berdasarkan kemampuannya menghambat penyakit, didapatkan bahwa isolat B5GB dan A1TW mampu menekan penyakit layu bakteri dengan tingkat penekanan paling tinggi, yaitu sebesar 27% dan 23.33%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/79331
      Collections
      • MT - Agriculture [4041]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository