Show simple item record

dc.contributor.advisorAmbarsari, Laksmi
dc.contributor.advisorPurwoto, Heri
dc.contributor.authorChristi A, G Jeni
dc.date.accessioned2016-03-03T06:31:42Z
dc.date.available2016-03-03T06:31:42Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78955
dc.description.abstractKapsul sangat penting dalam pengemasan sediaan obat. Cangkang kapsul komersial umumnya berasal dari gelatin sapi atau babi. Alternatif pengganti gelatin dari bahan non hewani dapat diperoleh dari polisakarida seperti karagenan dan pati. Pati merupakan homopolimer glukosa dengan ikatan α-glikosidik yang terdiri atas dua fraksi yaitu amilopektin dan amilosa. Amilopektin memiliki sifat alir dan daya kompresibilitas yang kurang baik, tetapi memiliki sifat granuler yang mengembang dan daya pengikat yang baik, sehingga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan cangkang kapsul pengganti gelatin. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi hasil kelautan dan perkebunan yang cukup besar. Salah satu potensi hasil kelautannya adalah rumput laut merah dari jenis Eucheuma cottonii yang menghasilkan karagenan. Selain potensi hasil kelautan, Indonesia juga memiliki potensi hasil perkebunan yang cukup besar yaitu tanaman singkong yang mengandung pati sangat tinggi. Produksi pati yang tinggi, penanamannya yang mudah dan mudah didapatkan di Indonesia menjadikan singkong sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuat cangkang kapsul. Kebutuhan akan kapsul yang halal dengan bahan baku yang murah dan ketersediaan bahan baku yang berlimpah menjadi alasan dalam pembuatan film berbasis amilopektin pati singkong dan karagenan sebagai bahan baku cangkang kapsul. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan formula optimum antara amilopektin dan karagenan sebagai bahan baku cangkang kapsul pengganti gelatin. Program Design Expert 7.0.0 (trial version) dengan Response Surface Methodology (RSM) Central Composite Design digunakan untuk mengoptimasi formula film. Variabel bebas yang digunakan yaitu persentase amilopektin, karagenan dan gliserin. Variabel respon yang diukur yaitu viskositas, kekuatan gel, kelarutan dalam air, kadar abu dan kadar air. Variabel respon yang dioptimasi yaitu kelarutan dalam air, kadar air dan kadar abu. Hasil optimasi dari program Design Expert 7.0.0 (trial version) Response Surface Methodology (RSM) Central Composite Design merekomendasikan 29 solusi optimasi dengan nilai deserability 1. Formula 6 dan 28 dipilih untuk divalidasi dengan faktor-faktor yaitu amilopektin 1.01 %, karagenan 1.01 %, gliserin 2.17 % (formula 6) dan amilopektin 3.00 %, karagenan 2.00 % dan gliserin 2.90 % (formula 28). Nilai respon prediksi yaitu kadar air 12.94 %, kadar abu 6.35 % (formula 6) dan kadar air 12.99 %, kadar abu 8.67 % (formula 28). Nilai hasil validasi yaitu kadar air 21.45 %, kadar abu 7.5 %, kelarutan dalam air 6’12” (formula 6) dan kadar air 17.67 %, kadar abu 7.78 %, kelarutan dalam air 9’30” (formula 28).id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcBiochemistryid
dc.subject.ddcAmylopectinid
dc.subject.ddc2015id
dc.titleOptimasi Formula Film Berbasis Amilopektin Pati Singkong Dan Karagenan Sebagai Bahan Baku Cangkang Kapsul.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordamilopektin pati singkongid
dc.subject.keywordkaragenanid
dc.subject.keywordcangkang kapsulid
dc.subject.keywordoptimasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record