Show simple item record

dc.contributor.advisorFirdaus, Muhammad
dc.contributor.advisorFariyanti, Anna
dc.contributor.authorFarizal, Fony
dc.date.accessioned2016-02-11T07:04:51Z
dc.date.available2016-02-11T07:04:51Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78261
dc.description.abstractSektor pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sektor ini terbukti dapat diandalkan karena mampu membantu memulihkan perekonomian nasional pada masa krisis. Salah satu sub sektornya adalah hortikultura. Sub sektor hortikultura menempati posisi penting karena mampu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan pendapatan nasional. Salah satu kelompok komoditi yang penting adalah kelompok komoditi buah. Permasalahannya, pengembangan agribisnis buah belum maksimal sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi domestik sehingga pemerintah membuka impor buah. Namun dari tahun ke tahun impor buah semakin meningkat sehingga berdampak buruk terhadap neraca perdagangan Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya peningkatan daya saing agar eksistensi buah unggulan domestik dapat terjaga atau bahkan dapat meningkatkan promosi ekspor ke negara lain. Provinsi Jawa Barat patut pendapatkan perhatian khusus dari pemerintah terkait upaya peningkatan daya saing buah karena provinsi tersebut merupakan salah satu wilayah penghasil utama komoditas buah unggulan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis daya saing komoditas buah unggulan Jawa Barat melalui keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif. Metode analisis yang menggunakan Matriks Analisis Kebijakan (PAM) dan analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukan bahwa kebijakan pemerintah Sistem usatahani komoditas buah unggulan Jawa Barat memiliki daya saing karena memiliki nilai PCR<1 dan DRCR<1. Pada komoditas mangga gedong gincu, nilai PCR sebesar 0.74 dan nilai DRCR sebesar 0.71. Sedangkan pada komoditas durian, nilai PCR sebesar 0.39 dan nilai DRCR sebesar 0.24. Pada komoditas pisang, nilai PCR sebesar 0.59 dan nilai DRCR sebesar 0.33. Selain itu, komoditas-komoditas tersebut menghasilkan keuntungan privat dan sosial yang bernilai positif atau menguntungkan. Oleh karena itu, maka dapat dikatakan bahwa usahatani komoditas buah unggulan Jawa Barat sudah layak baik secara finansial maupun ekonomi. Secara keseluruhan, kebijakan-kebijakan yang sudah diterapkan baik terhadap input maupun terhadap output, belum efektif meningkatkan daya saing usahatani komoditas buah unggulan Jawa Barat. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas menunjukan bahwa harga output, harga input, kurs rupiah terhadap dollar, dan produktivitas buah, sensitif mempengaruhi daya saing komoditas buah unggulan Jawa Barat.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultral University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcAgricultural Economicsid
dc.subject.ddc2014id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleDampak Kebijakan Pemerintah Terhadap Keuntungan Dan Keunggulan Komparatif Komoditas Buah Unggulan Jawa Baratid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordMatriks Analisis Kebijakanid
dc.subject.keywordKebijakan Pemerintahid
dc.subject.keywordKeuntunganid
dc.subject.keywordDaya saingid
dc.subject.keywordAnalisis Sensitivitasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record