Show simple item record

dc.contributor.advisorBatubara, Irmanida
dc.contributor.advisorRafi, Mohamad
dc.contributor.authorSeptyanti, Cahya
dc.date.accessioned2016-02-11T05:33:25Z
dc.date.available2016-02-11T05:33:25Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78251
dc.description.abstractKaempferia galanga yang di Indonesia dikenal sebagai kencur umumnya digunakan dalam obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Produk kencur telah dijual komersial sebagai herbal kombinasi (jamu). Selain itu, kencur juga digunakan sebagai herbal tunggal (serbuk kencur) yang dikemas dalam bentuk kapsul atau sachet. K. rotunda (kunci pepet) dan K. pandurata (temu kunci) merupakan spesies yang berkerabat dekat dengan kencur yang tersedia di pasar tradisional Indonesia. Keduanya dimungkinkan sebagai bahan pemalsu bagi kencur. Harga kencur kering di pasar umumnya lebih tinggi dari kunci pepet kering dan temu kunci kering. Ketiganya memiliki warna rimpang yang sama namun berbeda ukuran dan bau. Identifikasi dan autentikasi kencur menjadi sangat sulit jika sudah dalam bentuk serbuk. Jika bahan baku kencur telah terpalsukan maka kualitas, efikasi, dan keamanan produk akhir kencur akan berubah. Oleh karena itu, diperlukan suatu langkah untuk menentukan atau mengonfirmasi identitas dan keaslian kencur yang dikenal dengan istilah autentikasi. Autentikasi dilakukan dengan adanya suatu metode analitik yang tepat untuk menguji kualitas bahan baku kencur untuk mencegah adanya pemalsuan dari spesies yang berkerabat dekat dengannya seperti kunci pepet dan temu kunci. Pemalsuan kencur dilakukan dengan mencampurkan serbuk kencur dengan kunci pepet atau temu kunci. Sistem KCKT terdiri dari kolom C18, program elusi gradien 20-80% metanol dan asam asetat 1% selama 0-60 menit dengan laju alir 1 mL/menit, dan diamati pada 254 nm. Analisis komponen utama (AKU) dan analisis diskriminan (AD) digunakan untuk membangun model identifikasi dan autentikasi sampel. Identifikasi dan autentikasi kencur dari kunci pepet dan temu kunci telah diperoleh dengan analisis sidik jari KCKT. Pada plot AKU, ketiganya dapat terklasifikasi dengan baik namun jika kencur dicampur dengan kunci pepet atau temu kunci tidak terklasifikasi dengan baik. AD dapat membedakan ketiga spesies dengan baik juga ketika dicampur sebagai kencur-kunci pepet dan kencur-temu kunci pada seluruh konsentrasi yang digunakan. Kencur-kunci pepet 5% memiliki sedikit perbedaan dengan 100% kencur. Validasi model AD menggunakan teknik validasi silang leave-one-out (LOOCV). Model memberikan hasil prediksi klasifikasi yang sangat memuaskan (100% terklasifikasi). Identifikasi dan autentikasi kencur dari kunci pepet dan temu kunci telah berhasil dengan metode sidik jari yang dikombinasikan dengan AD. Metode yang dikembangkan ini menghasilkan metode yang dapat dipercaya dan efisien untuk identifikasi dan autentikasi kencur dari kunci pepet dan temu kunci.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultral University (IPB)id
dc.subject.ddcChemistryid
dc.titleAutentikasi Kencur Menggunakan Kombinasi Sidik Jari Kckt Dan Kemometrikaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordautentikasiid
dc.subject.keywordkemometrikaid
dc.subject.keywordanalisis sidik jari KCKTid
dc.subject.keywordKaempferia galangaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record