Show simple item record

dc.contributor.advisorRahardjo, Muhammad Fadjar
dc.contributor.advisorDjokosetiyanto, Daniel
dc.contributor.advisorBatu, Djamar Tumpal F. Lumban
dc.contributor.authorYudha, Indra Gumay
dc.date.accessioned2016-02-11T03:16:57Z
dc.date.available2016-02-11T03:16:57Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78238
dc.description.abstractSungai Tulang Bawang merupakan salah satu sungai dataran banjir di Provinsi Lampung yang memiliki keanekaragam ikan yang tinggi. Salah satu ikan jenis ikan ekonomis penting di Sungai Tulang Bawang adalah ikan lumo, Labiobarbus ocellatus (Heckel, 1843) yang termasuk famili Cyprinidae. Ikan ini memiliki daerah persebaran terbatas di perairan umum di Sumatera, Semenanjung Malaya, dan Borneo. Data dan informasi ilmiah tentang ekobiologi ikan lumo masih minim. Aspek pertumbuhan dan reproduksi ikan lumo hingga saat ini belum dikaji. Tidak tersedianya data dan informasi biologi perikanan suatu jenis ikan menyebabkan upaya pengelolaan ikan tersebut tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa aspek pertumbuhan dan reproduksi ikan lumo, serta parameter fisika kimia perairan yang memengaruhinya. Aspek pertumbuhan yang dikaji dalam penelitian ini adalah hubungan panjang bobot dan faktor kondisi relatif. Adapun beberapa aspek reproduksi yang diteliti meliputi nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, fekunditas, diameter telur, tipe pemijahan, musim pemijahan, dan ukuran pertama kali matang gonad. Persamaan hubungan panjang bobot dihitung menggunakan regresi kuadrat terkecil dari transformasi logaritma persamaan W=aLb. Faktor kondisi relatif dihitung berdasarkan Kn=W/W*. Penentuan nisbah kelamin dilakukan dengan membandingkan jumlah ikan jantan dengan ikan betina. Tingkat kematangan gonad diamati secara morfologis, sedangkan indeks kematangan gonad ditentukan dari persamaan IKG=(Wg/W)x100%. Fekunditas dihitung menurut persamaan FT=(Gxf)/g. Persamaan hubungan fekunditas dan panjang total dihitung menggunakan regresi kuadrat terkecil dari transformasi logaritma persamaan F=aLb Ikan contoh dikumpulkan setiap bulan selama periode April 2013 hingga Maret 2014 di Sungai Tulang Bawang dan Bawang Latak, Lampung, menggunakan jaring insang berukuran mata jaring 1”,1½”, 1¾”, dan 2”. Spesimen terdiri dari 690 ekor ikan lumo jantan dengan kisaran panjang total 96-232 mm dan 651 ekor lumo ikan betina dengan kisaran panjang total 83-242 mm. . Adapun ukuran ikan lumo pertama kali matang gonad diestimasi menggunakan analisis Spearman-Karber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lumo jantan dan ikan lumo betina memiliki pertumbuhan allometrik positif. Persamaan hubungan panjang bobot ikan lumo jantan adalah W= 2,227x10-6 L3,284, sedangkan ikan lumo betina memiliki persamaan W = 2,473x10-6 L3,272. Nilai rata-rata faktor kondisi ikan lumo adalah 1,02±0,03 (jantan) dan 1,02±0,04 (betina) dan faktor kondisi tersebut relatif sama antara musim kemarau dan musim hujan. Ikan lumo termasuk kelompok ikan yang melakukan pemijahan serentak. Pemijahan berlangsung setahun sekali yang bertepatan dengan musim hujan antara bulan Oktober-Januari di perairan Bawang Latak. Ikan lumo memijah dengan nisbah kelamin 1:1 pada saat bulan Oktober-Desember. Puncak pemijahan terjadi pada bulan November dan Desember. Ukuran ikan lumo jantan saat pertama kali matang gonad adalah 157±1 mm dan pada ikan lumo betina 160 ±1 mm. Fekunditas ikan lumo berkorelasi dengan panjang total dengan persamaan log F=3,653 log L - 4,546 (di Sungai Tulang Bawang) dan log F=3,982 log L - 5,287 (di perairan Bawang Latak). Fekunditas ikan tersebut bervariasi antara 3.404-21.147 butir telur. Sumber daya ikan lumo di perairan Tulang Bawang telah terindikasi mengalami penurunan, baik dalam jumlah maupun ukurannya yang semakin mengecil. Penurunan ikan lumo dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tangkap lebih, penggunaan alat tangkap yang merusak, dan kerusakan habitat perairan. Dalam rangka pengelolaan sumber daya ikan lumo disarankan agar pemanfaatan sumber daya ikan tersebut tidak menggunakan alat penangkapan ikan yang merusak (jaring togok, setrum ikan, dan racun), menggunakan alat tangkap yang selektif seperti jaring insang dengan ukuran mata jaring lebih besar dari 1¾ inci, penutupan masa penangkapan ikan pada saat puncak musim pemijahan lumo antara bulan November-Desember di Bawang Latak, dan perbaikan lingkungan DAS Tulang Bawang melalui rehabilitasi lahan serta penerapan konservasi tanah dan air pada kegiatan pertanian lahan kering.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcFisheriesid
dc.subject.ddcFreswaterid
dc.subject.ddc2014id
dc.subject.ddcLampungid
dc.titlePengelolaan Sumber Daya Ikan Lumo, Labiobarbus Ocellatus (Heckel, 1843) Berdasarkan Pertumbuhan Dan Reproduksinya Di Sungai Tulang Bawang, Lampungid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordikan lumoid
dc.subject.keywordpertumbuhanid
dc.subject.keywordaspek reproduksiid
dc.subject.keywordpengelolaanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record