| dc.description.abstract | Renjatan sepsis merupakan sindrom respon penyakit inflamasi secara sistemik yang diikuti dengan kerusakan organ tubuh seperti jantung dan paru‒paru. Tujuan dari penelitan ini mengevaluasi pengaruh peforma kardiopulmonari terhadap sepsis dan setelah pemberian resusitasi cairan koloid (modified fluid gelatin 4%) dan kristaloid (ringer asetat malat). Setiap perlakuan terdiri atas 4 ekor anak babi. Induksi sepsis dilakukan melalui injeksi lipopolisakarida sebesar 50 ug/kg berat badan. Parameter yang diamati untuk performa jantung adalah cardiac power index (CPI), global ejection fraction (GEF), left ventricular contractility (dPmx), sistol dan diastol. Parameter yang diamati pada performa paru‒paru terdiri dari extravascular lung water index (ELWI) dan pulmonary vascular permeablility index (PVPI). Penurunan nilai parameter sistol dan diastol mengindikasikan adanya gangguan peforma jantung. Peningkatan nilai parameter PVPI dan ELWI menunjukkan adanya edema paru non kardiogenik. Cairan kristaloid maupun cairan koloid tidak memberikan perbaikan pada peforma jantung. Cairan koloid memberikan perbaikan pada peforma paru namun tidak pada cairan kristaloid. | id |