| dc.description.abstract | Pengetahuan mengenai distribusi habitat singgah adalah suatu prasyarat untuk memahami ekologi dan pengelolaan habitat singgah. Kabupaten Belitung Timur adalah habitat singgah yang penting bagi elang migran Sikep Madu Asia (SMA) (Pernis ptilotrhynchus) berdasrkan data satellite-tracking tahun 2006- 2009. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) membangun model kesesuaian habitat singgah SMA berbasis data satellite-tracking, (2) mengekstrapolasi model ke seluruh wilayah Kabupaten Belitung Timur, dan (3) menyusun rekomendasi pengelolaan habitat singgah SMA di Kabupaten Belitung Timur. Distribusi dan karakteristik habitat singgah SMA ditentukan melalui sistem informasi geografis (SIG) dan data satellite-tracking. Analisis regresi logistik digunakan untuk mengalisis beberapa variabel lingkungan meliputi kemiringan lahan, elevasi, dan jarak terdekat terhadap beberapa penutupan lahan untuk menentukan distribusi dan karakteristik habitat singgah SMA. Model regresi logistik menghasilkan 5 variabel lingkungan yang mempengaruhi distribusi dan karakteristik habitat singgah SMA. Variabel lingkungan tersebut, yaitu jarak terdekat dengan elevasi lebih dari 300 m, jarak terdekat dengan badan air, jarak terdekat dengan hutan, jarak terdekat dengan perkebunan, dan jarak terdekat dengan area tambang. Model tersebut layak berdasarkan uji Hosmer & Lemeshow dengan nilai sebesar 98.7%. Nilai Negelkerke R2 hasil perhitungan sebesar 85.4%. Hal itu menunjukkan bahwa 85.4% distribusi habitat singgah SMA dapat dijelaskan oleh variabel dalam model dan 14.6% dijelaskan oleh variabel atau faktor lain di luar model. Ekstrapolasi model menunjukkan luas habitat singgah SMA di Kabupaten Belitung Timur sebesar 2 453.14 km2 mencakup 94.93% area Kabupaten Belitung Timur. Identifikasi karakteristik lanskap dari penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dasar bagi pembangunan wilayah Kabupaten Belitung Timur berbasis ekologi dan pengelolaan habitat singgah. | id |