Keragaan Ekspor Cakalang (Skipjack) Beku dan Madidihang (Yellowfin) Segar Indonesia Ke Pasar Jepang
| dc.contributor.author | Ollivia | |
| dc.date.accessioned | 2010-04-24T06:18:47Z | |
| dc.date.available | 2010-04-24T06:18:47Z | |
| dc.date.issued | 2002 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7638 | |
| dc.description.abstract | Usaha perikanan laut Indonesia baru memanfaatkan 58.5 persen sumberdaya yang ada, namun relatif efisien secara ekonomi dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Saat ini armada penangkap ikan lndonesia masih minim, sementara over fishing mendorong munculnya penetapan kuota tangkap. Kealpaan lndonesia dalam komisi regional perikanan menyebabkan posisinya rawan akan tuduhan penangkapan yang tidak mengikuti aturan sehingga produk ikan lndonesia dapat terkena sanksi boikot oleh pengimpor. | |
| dc.title | Keragaan Ekspor Cakalang (Skipjack) Beku dan Madidihang (Yellowfin) Segar Indonesia Ke Pasar Jepang | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
MT - Economic and Management [3203]












