| dc.description.abstract | Penetapan kawasan hutan Sembilang menjadi Taman Nasional (TN) Sembilang menimbulkan beberapa permasalahan mendasar, antara lain: konflik mengenai kepemilikan lahan dan pemanfaatan sumberdaya alam. Keberadaan desa di dalam TN Sembilang dan desa transmigasi di sekitar TN Sembilang memberikan tekanan yang dapat berpengaruh terhadap cadangan karbon di TN Sembilang. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang bertujuan: 1) Menghitung perubahan tutupan lahan di TN Sembilang, 2) Menghitung perubahan cadangan karbon permukaan di TN Sembilang, 3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan cadangan karbon permukaan di TN Sembilang, 4) Menyusun arahan pengembangan kawasan TN Sembilang untuk meningkatkan cadangan karbon dan kesejahteraan masyarakat. TN Sembilang adalah taman nasional yang terletak di pesisir provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. TN Sembilang ditunjuk sebagai taman nasional dengan SK Menteri Kehutanan No.76/Kpts-II/2001 tanggal 15 Maret 2001 dengan luas ± 202.896,31 hektar termasuk kawasan perairannya. Sebagian fungsi dari kawasan hutan Sembilang mengalami perubahan setelah ditunjuk sebagai TN Sembilang. Penelitian menggunakan data 20 titik cek lapangan, 56 plot survei pengukuran cadangan karbon dan diperkuat dengan wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan metode analisis perubahan tutupan lahan, metode deskriptif, metode alometri, metode NDVI, metode skalogram dan metode AHP. Klasifikasi tutupan lahan pada kawasan TN Sembilang menghasilkan lima tipe tutupan lahan yaitu hutan mangrove, hutan rawa, semak belukar, lahan terbuka dan tambak. Tipe tutupan lahan yang dominan adalah hutan mangrove. Hasil pengukuran biomasa skala plot menunjukkan kawasan TN Sembilang memiliki kisaran pendugaan biomasa sebesar 35,08-306,8 ton/ha dan cadangan karbon permukaan sebesar 17,54-153,4 ton/ha. Biomasa dan cadangan karbon permukaan tertinggi diperoleh dari hutan mangrove masing-masing sebesar 306.8 ton/ha dan 153.4 ton/ha sedangkan biomasa dan cadangan karbon permukaan terendah dimiliki oleh lahan terbuka masing-masing sebesar 35,08 ton/ha dan 17,54 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan cadangan karbon permukaan sebesar 2.34 % di TN Sembilang dari 2002 hingga 2013. Faktor yang mempengaruhi perubahan cadangan karbon permukaan di TN Sembilang yaitu aksesibilitas, pengaturan zonasi dan tingkat kemiskinan. Prioritas alternatif kebijakan yang direkomendasikan dalam pengembangan kawasan TN Sembilang yaitu: penyempurnaan peraturan, pemberian insentif kepada masyarakat, rehabilitasi lahan, sosialisasi, dan pemberian sanksi. | en |