Show simple item record

dc.contributor.advisorSudarnika, Etih
dc.contributor.advisorLukman, Denny Widaya
dc.contributor.authorSafitri, Vitasari
dc.date.accessioned2015-05-27T07:10:28Z
dc.date.available2015-05-27T07:10:28Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/75341
dc.description.abstractRabies adalah penyakit zoonotik yang memiliki dampak serius bagi kesehatan manusia dan hewan. Kurangnya pengawasan lalu-lintas anjing dari daerah tertular rabies ke daerah bebas rabies merupakan suatu ancaman masuknya virus rabies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan penilaian risiko pemasukan virus rabies dari Kabupaten Sukabumi ke DKI Jakarta melalui anjing khususnya untuk konsumsi. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan pendapat pakar (expert opinion elicitation), wawancara mendalam (in-depth interview) dan pengamatan langsung di lapang, publikasi ilmiah dan tulisan atau data yang tidak dipublikasi (statistik, dokumen dan laporan dari instansi berwenang). Responden dari penelitian ini adalah pemilik rumah makan penyaji daging anjing, Penjual daging anjing, Pemotong anjing, Pedagang pengumpul anjing, petugas dinas, dan ahli. Dalam penelitian ini, dilakukan penilaian pelepasan, penilaian pendedahan, dan penilaian dampak sehingga diketahui perkiraan risiko masuknya virus rabies dari Kabupaten Sukabumio ke DKI Jakarta melalui anjing khususnya anjing untuk konsumsi. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil penilaian risiko sangat tinggi dengan ketidakpastian rendah. Dalam rangka menurunkan atau meminimalkan tingkar risiko mulai proses pelepasan, pendedahan hingga dampak yang ditimbulkan dari tingkat sumber anjing hingga rumah makan penyaji daging anjing sampai mencapai tingkat risiko yang dapat diterima, maka diperlukan manajemen risiko. Beberapa tindakan perlu dipertimbangkan dalam rangka pelaksanaan manajemen risiko baik di tingkat pusat maupun daerah. Mengingat sulitnya pemberian vaksinasi rabies pada anjing liar secara parenteral, maka perlu dipertimbangkan pemberian vaksin rabies secara oral. Adanya peraturan pemerintah tentang lalu lintas dan perdagangan hewan dan produk hewan antar daerah khususnya terkait rabies dengan status penyakit yang berbeda perlu dipertimbangkan mengingat semakin mudahnya transportasi antar daerah. Sehubungan dengan tingginya konsumsi daging anjing di DKI Jakarta, salah satu upaya untuk menurunkan tingkat risiko terjadinya rabies di DKI Jakarta, perlu dipertimbangkan pemasukan anjing ke DKI Jakarta hanya dalam bentuk daging/karkas tanpa kepala.en
dc.language.isoid
dc.subject.ddcVeterinaryen
dc.subject.ddcDogsen
dc.subject.ddc2014en
dc.subject.ddcDKI Jakartaen
dc.titlePenilaian Risiko Kualitatif Pemasukan Virus Rabies dari Kabupaten Sukabumi ke DKI Jakarta Melalui Anjingen
dc.subject.keywordanjingen
dc.subject.keywordDKI Jakartaen
dc.subject.keywordKabupaten Sukabimien
dc.subject.keywordpenilaian risikoen
dc.subject.keywordrabiesen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record