Show simple item record

dc.contributor.advisorWahyudi, Imam
dc.contributor.advisorIrzaman
dc.contributor.authorAzhim, Ammar Afif Abdul
dc.date.accessioned2015-05-20T07:43:30Z
dc.date.available2015-05-20T07:43:30Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/75190
dc.description.abstractKayu merupakan salah satu bahan multi guna, mulai dari bahan konstruksi hingga perabot rumah tangga. Pemanfaatan suatu jenis kayu sangat ditentukan oleh sifat-sifat dasar yang dimilikinya. Dari semua sifat yang ada, reaksi kayu terhadap panas (thermal property of wood dan juga terhadap arus listrik (electrical property of wood) khususnya pada kayu-kayu Indonesia masih relatif jarang diteliti. Padahal kedua sifat tersebut sangat penting untuk diketahui dalam rangka diversifikasi penggunaan kayu. Oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian dari para peneliti kayu untuk dijadikan objek peneletian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mempelajari pengaruh perbedaan lokasi sampel dalam batang dan besar tegangan power supply terhadap sifat panas kayu pada setiap bidang pengujian, dan (2) mempelajari pengaruh perbedaan lokasi sampel dalam batang dan frekuensi terhadap sifat dielektrik kayu pada setiap bidang pengujian. Menggunakan bahan utama kayu Mangium umur 6 tahun pada tiga bagian (pangkal, tengah, dan ujung) dan 3 bidang pengujian (lintang, radial, dan tangensial). Pengujian sifat panas menggunakan Stefan Boltzmann lamp dan pengujian sifat dielektrik menggunakan alat 3532-50 LCR HiTESTER (Hioki). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sifat panas dan sifat dielektrik kayu mangium dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dikaji. Semakin tinggi tegangan akan semakin meningkatkan nilai konduktivitas panas. Semakin tinggi frekuensi akan mengubah kayu dari bahan isolator menjadi bahan yang bersifat semikonduktor. Terhadap panas, bagian pangkal batang lebih bersifat konduktor, sedangkan bagian ujung batang lebih bersifat isolator. Terhadap arus listrik, bagian tengah batang lebih bersifat semi-konduktor, sedangkan bagian ujung batang lebih bersifat isolator. Secara umum pada frekuensi 105 dan 106 Hz. kayu mangium bersifat semikonduktor. Dalam rangka memperoleh informasi yang lebih lengkap maka disarankan untuk melakukan penelitian sejenis yang melibatkan beberapa jenis kayu yang berbeda.en
dc.language.isoid
dc.subject.ddcForestryen
dc.subject.ddcForest producten
dc.subject.ddc2014en
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baraten
dc.titleSifat Panas dan Sifat Dielektrik Kayu Mangium (Acacia mangium) Umur 6 Tahunen
dc.subject.keywordAcacia mangiumen
dc.subject.keywordsifat dielektriken
dc.subject.keywordfrekuensien
dc.subject.keywordsifat panasen
dc.subject.keywordtingkat voltaseen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record