Show simple item record

dc.contributor.advisorSupriyanto
dc.contributor.advisorWulandari, Arum Sekar
dc.contributor.authorArdiansyah, Rhomi
dc.date.accessioned2015-04-27T03:07:50Z
dc.date.available2015-04-27T03:07:50Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74848
dc.description.abstractTembesu (Fagraea fragrans Roxb.) merupakan jenis pohon yang penting untuk furniture dan kayu konstruksi, tetapi perbanyakan jenis ini masih menemukan masalah dalam pengadaan benih baik secara kuantitas maupun kualitas karena tegakan sumber benihnya belum dibangun. Penanaman tembesu hanya mengandalkan anakan alami yang jumlahnya masih terbatas. Oleh karena itu diperlukan teknik perbanyakan tembesu dengan menggunakan metode mikropropagasi. Tahap-tahap pada metode mikropropagasi terdiri dari seleksi eksplan, sterilisasi eksplan, induksi dan pemanjangan tunas, dan induksi perakaran secara in vitro dan ex vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendapatkan teknologi produksi bahan eksplan yang tepat untuk mikropropagasi tembesu, (2) mendapatkan teknik sterilisasi explan yang tepat untuk memperoleh eksplan aseptik, (3) mendapatkan komposisi media tumbuh yang tepat pada induksi tunas tembesu secara in vitro, (4) mendapatkan dosis arang aktif yang tepat untuk pertumbuhan akar planlet secara in vitro, dan (5) mendapatkan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang tepat untuk induksi perakaran tembesu secara ex vitro. Penelitian ini dilakukan di Tissue Culture Laboratory, Rumpin Seed Source and Nursery Center, Kementerian Kehutanan, Bogor. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi produksi bahan eksplan, sterilisasi eksplan, induksi tunas, pemanjangan tunas, dan induksi perakaran secara in vitro dan ex vitro. Perlakuan pada tahap produksi bahan eksplan (kebun pangkas) adalah kombinasi antara pemupukan dan pelengkungan. Tahap sterilisasi eksplan menggunakan larutan natrium hipoklorit 0.5% (v/v) dengan berbagai waktu perendaman (5, 10, 15, dan 20 menit). Induksi tunas dilakukan dengan menggunakan media MS, MS modifikasi, dan MS dengan tambahan air kelapa muda 15% yang dikombinasikan dengan ZPT BAP 1.5 ppm. Pemanjangan tunas dan perakaran secara in vitro menggunakan media ½ MS yang ditambahkan dengan arang aktif 1 g/L dan 2 g/L. Induksi perakaran secara ex vitro dilakukan dengan menggunakan ZPT bubuk (Rootone F) sebagai ZPT sintetik dan air kelapa muda 100% sebagai ZPT alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pelengkungan atau pemupukan dapat meningkatkan produksi bahan eksplan terbanyak untuk mikropropagasi tembesu. Eksplan yang direndam dengan natrium hipoklorit 0.5% (v/v) selama 15 dan 20 menit menghasilkan eksplan aseptik tertinggi dengan persentase hidup sebanyak 26.67% dan 33.3%. Kombinasi perlakuan antara BAP 1.5 ppm dengan media MS dan MS modifikasi merupakan media kultur terbaik untuk induksi tunas tembesu dengan menghasilkan 8.67 tunas/eksplan dan 11.86 tunas/eksplan. Media ½ MS tanpa penambahan arang aktif dapat digunakan untuk pemanjangan tunas, 11.33 mm, dan induksi perakaran secara in vitro, 11.11%. Induksi akar secara ex vitro dengan menggunakan ZPT Rootone F menghasilkan persentase tumbuh dan berakar sebanyak 93.33% dan 50% sedangkan dengan air kelapa muda menghasilkan planlet yang berakar sebanyak 33.33%.en
dc.language.isoid
dc.subject.ddcForestryen
dc.subject.ddcForest productsen
dc.subject.ddc2014en
dc.titleMikropropagasi Tembesu (Fagraea Fragrans Roxb.).en
dc.subject.keywordFagraea fragransen
dc.subject.keywordteknik perbanyakanen
dc.subject.keywordmetode mikropropagasien


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record