Show simple item record

dc.contributor.advisorWistara, Nyoman Jaya
dc.contributor.authorSyahro, Fita Muftikhatus
dc.date.accessioned2015-04-21T03:48:25Z
dc.date.available2015-04-21T03:48:25Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74758
dc.description.abstractTujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh perlakuan silvikultur penjarangan dan jarak bebas naungan meranti merah terhadap keawetan alami kayu dan sudut mikrofibrilnya. Pengujian keawetan alami kayu dilakukan melalui uji laboratorium menggunakan standar SNI 01-7207-2006 dan uji kubur menggunakan standar ASTM D 1756 2008. Sedangkan pengujian sudut mikrofibril menggunakan metode pengukuran dengan difraksi sinar X (XRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari rata-rata kehilangan beratnya, keawetan alami kayu kayu meranti merah tergolong kelas awet III-IV. Perlakuan silvikultur berpengaruh pada kehilangan berat dan mortalitas rayap. Penjarangan dan pelebaran jarak bebas naungan meningkatkan kehilangan berat kayu dan menurunkan mortalitas rayap. Sedangkan pada pengukuran sudut mikrofibril, besarnya sudut mikrofibril semakin bertambah dengan adanya perlakuan silvikultur.en
dc.language.isoid
dc.subject.ddcForestryen
dc.subject.ddcForest productsen
dc.titlePengaruh Penjarangan dan Pelebaran Jarak Naungan terhadap Keawetan Alami dan Sudut Mikrofibril Kayu Meranti Merahen
dc.subject.keywordjarak bebas naunganen
dc.subject.keywordkeawetan alamien
dc.subject.keywordmeranti merahen
dc.subject.keywordpenjaranganen
dc.subject.keywordsudut mikrofibrilen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record