Show simple item record

dc.contributor.advisorDamayanthi, Evy
dc.contributor.authorYudhistiwa, Agung
dc.contributor.authorP, Ajeng Agustianty
dc.contributor.authorPuspita, Dyastuti
dc.date.accessioned2015-03-02T02:04:52Z
dc.date.available2015-03-02T02:04:52Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74353
dc.description.abstractRingkasan. Tuberculosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Myobacterium tuberculosis. Bakteri ini pada umumnya menyerang paru-paru, kelenjar getah bening (kelenjar), kulit, usus/saluran pencernaan, dan selaput otak. Salah satu penularan penyakit dalam waktu singkat melalui udara adalah tuberculosis paru. Tuberculosis paru atau lebih dikenal dengan TB paru merupakan penyakit menular nomor satu di Indonesia yang menyebabkan kematian. Prevalensi TB di Indonesia pada 2013 ialah 297 per 100.000 penduduk dengan kasus baru setiap tahun mencapai 460.000 kasus. Secara keseluruhan, total kasus hingga tahun 2013 mencapai sekitar 800.000-900.000 kasus. Anak-anak dan remaja menyumbangkan persentase yang cukup besar pada penderita TB di Indonesia. Khususnya TB paru pada anak meningkat sekitar 10% dalam lima tahun terakhir. Tidak ada diet spesifik untuk penderita TB paru, tetapi penderita disarankan mengkonsumsi makanan yang sehat serta memiliki kandungan gizi yang lengkap. Susu kambing adalah salah satu minuman yang disarankan untuk dikonsumsi. Susu kambing kaya akan kandungan mineral, kalsium, kalium, magnesium, fosfor, klorin dan mangan. Kandungan flourine yang terdapat pada susu kambing berkisar 10 sampai 100 kali besar dibandingkan susu sapi kandungan fluorine bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh. Susu kambing di formulasikan dengan tepung kacag merah yang digunakan sebagai penambah kandungan zat gizi dari susu kambing yang difermentasi terutama kandungan vitamin B1 yang rendah. Pembuatan minuman sinbiotik ini dilakukan dengan satu metode, yaitu proses pembuatan minuman sinbiotik dengan menggunakan tepung kacang merah yang di formulasikan dengan susu kambing. Jenis susu fermentasi yang dipilih untuk dijadikan media campuran tepung kacang merah di dalamnya adalah yoghurt. Starter yang digunakan adalah Lactobacillus bacillus dan Streptococcus cerevisae. Susu kambing yang difermentasi buatan dengan menggunakan starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptoccoccus cerevisae menunjukan kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Myobacterium tubercolisis yakni dengan sampel isolat klinis Sensitif OAT, Resisten INH dan Resisten INH dan Rifamp (D) dengan selisih skor > 2 terhadap isolat standard dan isolat klinis pada waktu 0-3 minggu. Susu kambing juga dapat meningkatkan metabolisme zat gizi sehingga berhubungan dengan peningkatan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, status gizi pasien penderita Tuberculosis dapat ditingkatkan sehingga akan mempercepat penyembuhan. Pangan yang tinggi energi dan protein diberikan untuk mencegah terjadinya masalah gizi karena biasanya bakteri menyerang tubuh sehingga perlu pembentukan sel lebih cepat. Produk ini memiliki kandungan zat gizi yang cukup baik, yakni 240 kkal energi, 11.2 gram protein, 4.8 gram lemak, 39.1 gram karbohidrat dan produk yang dihasilkan tergolong pada pangan olahan sumber protein.en
dc.description.sponsorshipDiktien
dc.language.isoid
dc.publisherBogor Agricultural University, Institut Pertanian Bogor
dc.titleYoghurt “HCPT” (High Calorie and Protein for Tuberculosis Disease) dengan formulasi sinbiotik kacang merah dan susu kambing dalam daya hambat myobacterium tuberculosisen
dc.typeOtheren


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record