Show simple item record

dc.contributor.advisorWidanarni
dc.contributor.authorSuhaya, Dede Dadang
dc.contributor.authorRamadhani, Dian Eka
dc.contributor.authorFirdausi, Amalia Putri
dc.contributor.authorHIdayat, Acep Muhammad
dc.date.accessioned2015-02-17T03:09:51Z
dc.date.available2015-02-17T03:09:51Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74137
dc.description.abstractKegiatan budidaya perikanan yang semakin meningkat menyebabkan munculnya berbagai permasalahan seperti serangan penyakit dan masalah lingkungan budidaya (kualitas air). Sehingga diperlukan solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut dengan tepat dan efisien. Solusi yang dapat digunakan adalah probiotik. Probiotik merupakan mikroba hidup yang ketika diberikan dalam jumlah yang cukup dapat memberikan pengaruh menguntungkan bagi kesehatan inang (Nayak 2010) dan dapat meningkatkan keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan (Fuller 1989). Pemberian probiotik dalam bentuk segar dinilai kurang efektif karena selain tidak praktis, juga tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama karena dapat menurunkan viabilitas sel. Oleh karena itu dibutuhkan suatu teknologi yang lebih praktis dan efisien serta menghasilkan viabilitas sel yang tinggi selama penyimpanan. Mikroenkapsulasi adalah pembentukan kapsul yang menyelubungi probiotik dalam rangka melindungi dari kondisi lingkungan yang ekstrim (Widodo et al. 2003). Dengan mikrokapsul probiotik diharapkan probiotik dapat diaplikasikan secara praktis oleh para pembudidaya ikan, baik dalam peningkatan pertumbuhan maupun peningkatan kesehatan ikan. Bakteri probiotik Bacillus NP5 merupakan bakteri yang berasal dari saluran pencernaan ikan nila yang telah diisolasi oleh Putra (2010). Ikan lele yang digunakan sebanyak 12 ekor/akuarium dengan bobot rata-rata 3.05 ± 0.32 g/ekor dipelihara dalam akuarium berukuran 60 x 30 x 30 cm3 selama 30 hari. Perlakuan yang diberikan yaitu kontrol negatif dan kontrol positif (tanpa pemberian probiotik), A ( dosis 0.5%), B (dosis 1%), C (dosis 1.5%), dan D (dosis 2%). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Hari ke-32 perlakuan kontrol positif, A, B, C, dan D diinjeksi dengan Aeromonas hydrophila dan kontrol negatif diinjeksi dengan PBS (Phosphate Buffer Saline) kemudian dilakukan pengamatan selama 14 hari. Hasil penelitian menujukkan bahwa penambahan mikrokapsul probiotik Bacillus NP5 dalam pakan dengan dosis berbeda memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup, performa pertumbuhan, dan respon imun ikan lele. Dosis terbaik yang didapatkan adalah B (1%) dengan tingkat kelangsungan hidup sebelum uji tantang 83% dan setelah uji tantang 96%, laju pertumbuhan harian 6.51%, rasio konversi pakan 0.88 dan respon imun yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol.en
dc.description.sponsorshipDIKTIen
dc.language.isoid
dc.publisherBogor Agricultural University, Institut Pertanian Bogor
dc.titleMikrotik : mikrokapsul probiotik untuk peningkatan produksi budidaya ikan lele (Clarias sp.)en
dc.typeOtheren
dc.subject.keywordprobiotiken
dc.subject.keywordmikroenkapsulasien
dc.subject.keywordmikrokapsulen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record