Show simple item record

dc.contributor.advisorMelati, Maya
dc.contributor.authorAjie, Dhanang
dc.contributor.authorWardhani, Galuh Kusuma
dc.contributor.authorPhungghalawati, Eka
dc.contributor.authorWananto, Arijuddin Yusuf
dc.contributor.authorOsiana, Rima
dc.date.accessioned2015-02-16T07:10:17Z
dc.date.available2015-02-16T07:10:17Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74114
dc.description.abstractJengkol merupakan tanaman dengan bau yang unik. Jengkol biasanya dikonsumsi sebagai bahan makanan ataupun obat. Akan tetapi, ketika seseorang mengonsumsi buah jengkol, terdapat bahan buangan berupa kulit jengkol. Kulit ini kadang menumpuk di tempat sampah dan dibiarkan begitu saja yang dapat mengganggu pemandangan serta menimbulkan bau yang tidak enak. Oleh karena itu, akan sangat baik apabila benda yang dianggap sebagai sampah ini dapat digunakan bahkan dapat diolah menjadi benda yang lebih bermanfaat. Akhir-akhir ini minat terhadap produk organik, salah satunya adalah beras organik, meningkat sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produksinya. Budidaya secara organik menggunakan pupuk dan pestisida alami (non kimia sintetis). Salah satu limbah pertanian yang dapat digunakan dalam budidaya adalah kulit jengkol. Kulit jengkol memiliki manfaat yang belum banyak diketahui orang. Kulit jengkol mengandung senyawa kimia berupa alkaloid, terpenoid, saponin dan asam fenolat. Asam fenolat ini di dalamnya termasuk flavonoid dan tanin.Tanin berperan sebagai pertahanan tumbuhan dengan caramenghalangi serangga dalam mencerna makanan. Selain itu, kulit jengkol juga mengandung unsur hara berupa 1.82% N, 0.03% P, 2.10% K, 0.27 % Ca, 0.25% Mg. Selain dugaan manfaatnya sebagai pestisida, kulit jengkol mungkin juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman karena kandungan hara yang dimilikinya. Meskipun ada masyarakat yang telah memanfaatkan kulit jengkol, namun belum diketahui teknik aplikasinya yang sesuai. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai cara aplikasi kulit jengkol untuk meningkatkan produksi padi organik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh cara aplikasi larutan kulit jengkol terhadap pertumbuhan dan produksi padi organik. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Organik IPB, Cikarawang, Bogor pada bulan Februari-Juni 2014. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah pemberian larutan kulit jengkol yang terdiri atas tanpa larutan kulit jengkol, pemberian larutan kulit jengkol ke tanah, pemberian larutan kulit jengkol ke tanaman padi melalui daun, dan pemberian larutan kulit jengkol ke tanah dan ke daun tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik, cara aplikasi larutan jengkol tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati. Meskipun demikian, sebagian besar peubah pertumbuhan dan produksi tanaman memiliki kecenderungan nilai yang lebih baik dengan aplikasi larutan kulit jengkol melalui daun. Tanaman padi yang diberi larutan kulit jengkol melalui daun, memiliki vigor yang lebih baik daripada tanaman padi yang diberi perlakuan lainnya. Tanaman padi dengan perlakuan tersebut juga memiliki persentase gabah isi yang tinggi. Berdasarkan pengamatan visual, tanaman yang mendapat aplikasi larutan kulit jengkol memiliki intensitas serangan hama tanaman yang lebih rendah daripada tanpa penyemprotan larutan tukul.en
dc.description.sponsorshipDiktien
dc.language.isoid
dc.publisherBogor Agricultural University, Institut Pertanian Bogor
dc.titleTukul jengkol (tumbukan kulit jengkol) untuk tingkatkan produktivitas padi organiken
dc.typeOtheren


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record