Show simple item record

dc.contributor.advisorHendrayanto
dc.contributor.authorSumaryatno, Bagus Fatriya
dc.date.accessioned2014-12-29T03:25:16Z
dc.date.available2014-12-29T03:25:16Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/72595
dc.description.abstractMetode Soil Conservation Service – Curve Number (SCS–CN) telah banyak digunakan untuk menduga volume aliran permukaan akibat perubahan penggunaan lahan, baik menggunakan data hujan bulanan maupun harian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil pendugaan volume aliran permukaan dengan dan tanpa mempertimbangkan kelembapan tanah awal (AMC) sebenarnya menggunakan metode SCS–CN, serta volume aliran permukaan dari setiap penggunaan lahan di DAS Ciliwung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendugaan volume aliran permukaan dengan mempertimbangkan kelembapan tanah awal, menggunakan data curah hujan harian sedikit lebih baik dibandingkan dengan pendugaan tanpa memperhatikan kelembapan tanah awal, menggunakan curah hujan bulanan. Pemukiman yang terletak di kelompok hidrologi tanah D yang sebagian besar tersebar di bagian tengah–hilir DAS merupakan penggunaan lahan yang berkontribusi terbesar terhadap total volume aliran permukaan yaitu sebesar 516.89 mm atau 56.90% dari total volume aliran permukaan (908.4 mm).en
dc.language.isoid
dc.subject.ddcForestryen
dc.subject.ddcForest Managementen
dc.subject.ddc2014en
dc.subject.ddcJakarta-Jawa Baraten
dc.titlePenggunaan Metode Soil Conservation Service – Curve Number (SCS–CN) dalam Menduga Limpasan Permukaan di DAS Ciliwungen
dc.subject.keywordAliran permukaanen
dc.subject.keywordDAS Ciliwungen
dc.subject.keywordmodel SCS–CNen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record